Umum

Bogasari SME Award 2025: Apresiasi untuk 10 UKM Inovatif dan Melek Digital Berbasis Terigu

296
×

Bogasari SME Award 2025: Apresiasi untuk 10 UKM Inovatif dan Melek Digital Berbasis Terigu

Sebarkan artikel ini

JATIMHEBAT.COM – Bogasari kembali menganugerahkan penghargaan tahunan Bogasari SME (Small Medium Enterprise) Award yang tahun ini memasuki usia ke-15. Dalam acara puncak yang berlangsung di Bekasi, Rabu (10/12/2025), Bogasari mengumumkan 3 UKM terbaik dari 10 finalis yang dinilai unggul dalam kategori inovasi bisnis dan melek digital.

Tiga UKM yang berhasil menjadi juara adalah:

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

1. Papa Cookies (Sragen) – Juara 1

2. Home Made Bakery (Jakarta) – Juara 2

3. Sarimadu Bakery (Samarinda) – Juara 3

Bogasari SME Award 2025 kali ini mengusung tema “Level Up UKM: Inovasi dan Digitalisasi untuk Bisnis yang Kokoh”, dihadiri ratusan UKM dari wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Kepala Divisi Bogasari, Erwin Sudharma, dan Vice President Marketing Bogasari, Budi Hartono.

📈 Seleksi Ketat dari Ratusan Peserta
Vice President Marketing Bogasari, Budi Hartono, menjelaskan bahwa ajang tahun ini diikuti oleh total 119 UKM yang mendaftar, berasal dari 37 kabupaten dan 32 kota di 19 provinsi. Produk-produk yang didaftarkan sangat beragam, didominasi oleh roti dan pastry (56,3%), disusul jajanan pasar (14,3%), dan mi (11,8%).

“Kami menghadirkan konsep penyaringan berlapis agar benar-benar menemukan UKM yang tidak hanya kuat secara operasional, namun juga punya visi digitalisasi dan inovasi jangka panjang,” ucap Budi Hartono.

Seleksi 10 finalis melibatkan 4 tahapan penilaian dengan 7 kriteria utama, termasuk Product Quality & Uniqueness, Digital Presence & Branding, serta Innovation. Penilaian akhir dilakukan melalui presentasi langsung di hadapan dewan juri, di mana finalis memaparkan inovasi bisnis, strategi pemasaran, dan digitalisasi usaha.

Papa Cookies Unggul di Semua Aspek
Juri Bogasari SME Award 2025 terdiri dari 3 juri ahli—Yuana Rochma Astuti (Direktur Konten Digital Kemenparekraf), Rama Syahid (Founder Adaptable Consulting), dan Chef Jenny Hendrawati—serta 1 juri spesial, Andy Ruswar (Direktur Kuliner Kemenparekraf).

READ  Jaringan Telekomunikasi di Aceh Tamiang Pulih, Warga Kini Mulai Bisa Hubungi Keluarga

Menurut dewan juri, Papa Cookies, peraih Juara 1, memiliki keunggulan paling merata di semua aspek.

“Papa Cookies menunjukkan keseimbangan antara inovasi, digitalisasi, dan kekuatan fondasi bisnis. Inovasi produknya kuat, branding dan digital presence konsisten, serta memiliki pengemasan yang profesional berorientasi ekspor dan retail modern,” jelas Rama Syahid.

Kisah Inspiratif Para Pemenang
Eriyanto Eko Purnomo, pemilik Papa Cookies dari Sragen, berawal dari modal Rp 100 ribu dan kini telah memiliki 211 cabang di berbagai daerah. Ia mengucapkan terima kasih atas kepedulian Bogasari yang konsisten memberikan penghargaan dan edukasi melalui pelatihan di Bogasari Baking Center (BBC) dan KIAT.

Sementara itu, Darwin Sofjan, pemilik Home Made Bakery (Juara 2), memulai usaha rotinya pada tahun 1992 setelah belajar di Singapura, Jepang, dan Taiwan. Kini ia memiliki 31 outlet di Jakarta dan sekitarnya.

Kisah dramatis datang dari Sari Madu Bakery asal Samarinda (Juara 3). Pemiliknya, Khalimatu Sadiah dan Ricky Leonardo, memulai usaha roti pada tahun 2017 setelah bangkrut dengan utang miliaran rupiah. Usaha mereka meningkat pesat berkat momentum pembangunan infrastruktur IKN. “Alhamdulillah, 6 bulan lalu utang sudah terbayar lunas. Sekarang Sari Madu Bakery memiliki 2 outlet dan sedang kami siapkan untuk pembukaan beberapa cabang lagi,” ungkap Khalimatu.

Selain ketiga juara, tujuh UKM lain juga masuk sebagai nominator, termasuk Pride Chicken (Bandung) dan Mi Djoetek (Kediri). Para pemenang dan nominator berhak mendapatkan hadiah edutrip ke luar negeri serta kesempatan promosi usaha dari Bogasari. (VUP)