PemerintahanUmum

Optimistis Pariwisata Bangkit, Pemerintah Targetkan 17,6 Juta Wisman 2026

215
×

Optimistis Pariwisata Bangkit, Pemerintah Targetkan 17,6 Juta Wisman 2026

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bersama sejumlah menteri menyampaikan laporan capaian serta target sektor pariwisata 2026 di Kementerian Pariwisata Jakarta, Senin (12/1/2026). (Foto: Kemenko Perekonomian)

JATIMHEBAT.COM – Pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2026 menembus angka 17,6 juta orang. Optimisme tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan mengacu pada kinerja sektor pariwisata sepanjang tahun 2025 yang dinilai cukup positif.

Airlangga menyebut kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2025 mendekati 4 persen. Hingga triwulan III 2025, jumlah kunjungan wisman hampir mencapai 14 juta orang dengan penerimaan devisa yang signifikan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Kalau kita lihat di tahun 2025, kontribusi PDB dari sektor pariwisata mendekati 4 persen. Capaian sampai triwulan tiga mencapai USD 13,8 miliar dan juga hampir 14 juta orang pengunjung,” ujar Airlangga dalam konferensi pers usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan 2026 di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (12/1/2026).

Ia menambahkan, target kunjungan wisman tahun 2025 diproyeksikan mencapai 15 juta orang. Sementara untuk 2026, pemerintah memasang target lebih tinggi, yakni 16 hingga 17,6 juta kunjungan dengan potensi pendapatan devisa sebesar USD 22 miliar hingga USD 24,7 miliar.

“Disampaikan oleh Ibu Menteri Pariwisata, target 2025 ini diproyeksikan 15 juta pengunjung dapat tercapai. Untuk 2026 targetnya 16 sampai 17,6 juta kunjungan dengan pendapatan diperkirakan antara USD 22 hingga USD 24,7 miliar,” jelasnya.

Dengan capaian tersebut, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB nasional diharapkan meningkat menjadi kisaran 4,5 hingga 4,7 persen. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur serta peningkatan konektivitas antarbandara di berbagai daerah.

Selain itu, konektivitas juga diperkuat melalui penambahan berbagai program kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Aspek keselamatan turut menjadi perhatian utama dalam pengembangan sektor pariwisata ke depan.

READ  Cegah Inflasi, Pemerintah Targetkan Nol ODOL di 2027 Demi Keselamatan dan Efisiensi Infrastruktur

“Masalah keselamatan menjadi hal yang sangat penting dan itu menjadi catatan untuk tahun 2026,” ujar Airlangga.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program stimulus, di antaranya diskon tiket transportasi dan stimulus belanja guna mendorong pergerakan wisatawan.

Dalam Rakornas tersebut, turut dibahas kemudahan fasilitas visa bagi wisatawan mancanegara. Hasil pembahasan mengenai fasilitas visa ini nantinya akan dilaporkan kepada Presiden sebagai dasar perumusan kebijakan strategis sektor pariwisata nasional.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan peningkatan devisa pariwisata pada 2026 ditargetkan mencapai kisaran USD 24,7 miliar. Proyeksi tersebut sejalan dengan arah kebijakan pengembangan pariwisata berkualitas atau quality tourism.

“Tahun depan, pemerintah menargetkan pariwisata mampu menyumbang devisa sebesar USD 22 sampai USD 24,7 miliar, dengan merefleksikan pergeseran paradigma menuju quality tourism,” ujar Widiyanti (2/12/2025).

Selain target jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka menengah dengan sasaran 23,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Sementara perjalanan wisatawan domestik diproyeksikan menembus 1,21 miliar perjalanan dan diperkirakan terus tumbuh pada tahun-tahun berikutnya. (HLM)