PemerintahanUmum

Usai Lawatan Eropa, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air

367
×

Usai Lawatan Eropa, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menuruni anak tangga pesawat kepresidenan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu 24 Januari 2026. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

JATIMHEBAT.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, usai melakukan rangkaian lawatan ke luar negeri sejak 18 hingga 24 Januari 2026. Pesawat kepresidenan mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada Sabtu (24/1/2026) pukul 17.25 WIB.

Presiden Prabowo turun dari pesawat dengan mengenakan kemeja safari berwarna krem dan peci hitam. Kedatangan Kepala Negara disambut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letnan Jenderal (Purn) TNI Muhamad Herindra.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Presiden Prabowo tampak menyalami satu per satu pejabat negara yang hadir, kemudian berbincang singkat sebelum meninggalkan area bandara.

Dalam lawatan luar negerinya, Presiden Prabowo mengawali kunjungan kenegaraan ke Inggris. Di negara tersebut, Presiden bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Wakil Perdana Menteri David Lammy, serta Raja Charles III. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Inggris mengukuhkan berbagai kerja sama strategis di bidang investasi, pendidikan, maritim, hingga diplomasi lingkungan, termasuk Konservasi Gajah Peusangan.

Di sektor investasi, Pemerintah Inggris menyampaikan komitmen untuk berinvestasi sebesar 4 miliar poundsterling atau setara sekitar Rp90 triliun di Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan, Inggris juga berminat membangun sebanyak 1.582 kapal nelayan di Indonesia. Pembangunan kapal tersebut direncanakan dilakukan di dalam negeri dan diproyeksikan membuka lapangan kerja baru dalam jumlah besar.

“Kapal ini, menurut Menteri Kelautan, akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang. Karena nanti produksinya dan perakitannya dilakukan di Indonesia,” ujar Teddy.

Selain bertemu pejabat pemerintahan, Presiden Prabowo juga menggelar pertemuan dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, di antaranya King’s College London, University of Oxford, Imperial College London, University of Edinburgh, serta sejumlah kampus papan atas lainnya.

READ  Pemerintah Kota Kediri dan Hiswana Migas Sinergi Tingkatkan Ketahanan Energi dan Distribusi BBM

Dalam kerja sama pendidikan tersebut, kuota mahasiswa Indonesia di universitas ternama Inggris akan ditambah. Selain itu, Presiden Prabowo juga mendorong perguruan tinggi tersebut untuk membuka kampus atau program pendidikan di Indonesia.

“Bapak Presiden ingin membangun 10 kampus baru di Indonesia, terutama di bidang kedokteran serta bidang STEM—science, technology, engineering, and mathematics—yang akan beroperasi di Indonesia,” jelas Teddy.

Setelah dari Inggris, Presiden Prabowo melanjutkan agenda kenegaraan ke Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026). Di sana, Presiden turut menandatangani piagam Dewan Perdamaian atau Board of Peace Charter.

Dewan Perdamaian yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut bertujuan mendorong kemerdekaan Palestina. Keikutsertaan Indonesia mencerminkan komitmen aktif pemerintah dalam menjaga perdamaian dunia serta mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Presiden Prabowo juga menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 dan tampil sebagai pembicara utama. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara tujuan investasi yang menjanjikan dengan kondisi keamanan yang stabil. Presiden juga memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Rangkaian lawatan luar negeri Presiden Prabowo ditutup dengan memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Presiden Prabowo menghadiri jamuan santap malam pribadi di Istana Élysée sekaligus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis. (DUZ)