JATIMHEBAT.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri acara Pengukuhan dan Taaruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Periode 2025–2030 yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta. Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”.
Presiden Prabowo tiba di Masjid Istiqlal sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengenakan baju muslim putih dan peci hitam. Kehadiran Presiden disambut jajaran pengurus MUI serta para tamu undangan.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut hadir dalam acara tersebut. Di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar. Hadir pula Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Selain itu, acara pengukuhan juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Kepala Badan Komunikasi Presiden Angga Raka Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla turut tampak hadir dalam kegiatan tersebut. Ketua MPR RI Ahmad Muzani juga terlihat mengikuti rangkaian acara pengukuhan dan doa bersama.
Ketua Panitia Pelaksana, Nusron Wahid, sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar di tengah kondisi bangsa yang tengah menghadapi bencana di sejumlah daerah. Oleh karena itu, acara pengukuhan diisi dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan solidaritas nasional.
“Dalam kondisi seperti ini, bangsa Indonesia membutuhkan penguatan spiritual, kebersamaan, serta kepedulian sosial. Doa bersatu dalam munajat keselamatan bangsa menjadi ikhtiar batiniah, sekaligus pesan persatuan dan empati bagi yang terdampak bencana,” ujar Nusron, dikutip dari MUI Digital, Jumat (6/2/2026).
Melalui kegiatan ini, MUI diharapkan dapat terus berperan aktif dalam menjaga persatuan umat, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta berkontribusi dalam menjaga ketahanan moral dan spiritual bangsa. (NEI)



