PemerintahanUmum

Pantau Harga Pangan Tengah Ramadan, Pemerintah Pastikan Pasokan Aman dan Harga Melandai

226
×

Pantau Harga Pangan Tengah Ramadan, Pemerintah Pastikan Pasokan Aman dan Harga Melandai

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam keterangan pers di Jakarta (Foto: Biro Humas Bapanas)

JATIMHEBAT.COM – Pemerintah memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan nasional tetap terkendali memasuki pertengahan Ramadan 2026. Sejumlah komoditas pangan bahkan mulai menunjukkan tren penurunan harga di berbagai daerah.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa kondisi pangan nasional masih aman dan stabil. Pemerintah juga terus memantau perkembangan harga di pasar.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Aku sudah cek tadi, masih relatif stabil,” ujar Amran dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Ia menjelaskan, harga daging ayam ras memang mengalami sedikit kenaikan. Namun, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tetap menjaga keseimbangan antara produsen dan konsumen.

Menurutnya, dinamika harga di pasar masih memberikan ruang bagi produsen untuk memperoleh harga yang layak tanpa membebani masyarakat.

Di sisi lain, beberapa komoditas hortikultura justru mulai mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan tren harga pangan masih terkendali. Harga ayam ras nasional saat ini tercatat sekitar Rp41.013 per kilogram, sedikit di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp40.000 per kilogram.

Meski demikian, tren penurunan harga ayam terjadi di banyak wilayah. Sebanyak 84 kabupaten dan kota dilaporkan mengalami penurunan harga ayam ras.

Penurunan harga juga terlihat pada komoditas hortikultura. Harga cabai rawit tercatat turun di 79 kabupaten/kota, cabai merah turun di 128 daerah, bawang putih turun di 147 daerah, sementara bawang merah turun di 227 kabupaten/kota.

Kondisi ini turut memperkuat stabilitas harga pangan selama Ramadan.

Pemantauan harga juga dilakukan di Pasar Johar Karawang. Di pasar tersebut, sejumlah komoditas mulai menunjukkan tren harga yang melandai.

READ  Stok Pupuk Subsidi Aman hingga Akhir 2025, Pemerintah Optimistis Swasembada Beras

Pedagang ayam karkas, Arif, mengatakan harga ayam relatif stabil di kisaran Rp40.000 per ekor dengan berat sekitar 1,4 kilogram.

“(Daging ayam) seekor Rp40.000. Satu ekor beratnya sekitar 1,4 kilogram. Kita ngambilnya langsung sudah dipotong di Rp39.000 per ekor,” ujarnya.

Pedagang sayuran bernama Nia juga menyebut harga cabai dan bawang mulai turun. Ia menjual cabai keriting sekitar Rp35.000 per kilogram, cabai rawit Rp100.000 per kilogram, bawang putih Rp36.000 per kilogram, serta bawang merah Rp35.000 per kilogram.

Menurutnya, sebagian besar komoditas tersebut dibeli dari pasar induk sehingga harga mengikuti pergerakan pasokan di tingkat distributor.

Sementara itu, pedagang daging sapi bernama Karna menyebut harga daging sapi lokal masih stabil di kisaran Rp140.000 per kilogram.

“Daging sapi lokal sekarang Rp140.000 per kilogram. Sapinya dari Jawa, beli hidup. Kalau yang impor sekitar Rp55.000 per kilogram untuk sapi hidup dari feedlotter,” jelasnya.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan komoditas strategis seperti beras dan minyak goreng tetap aman melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijalankan bersama Perum Bulog.

Melalui program tersebut, beras SPHP dijual sekitar Rp60.000 per kemasan. Selain itu, minyak goreng rakyat Minyakita juga masih tersedia di pasar dan cukup diminati masyarakat selama Ramadan.

Salah satu pedagang mitra Bulog, Siti, mengatakan penjualan produk tersebut meningkat karena harganya terjangkau.

Data inflasi pangan juga menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Inflasi komponen volatile food pada Februari 2026 tercatat 2,50 persen, dengan kontribusi 0,41 persen terhadap inflasi bulanan.

Sementara inflasi pangan tahunan berada di level 4,64 persen, masih dalam rentang target pemerintah yang berada di kisaran 3 hingga 5 persen.

Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kondisi inflasi pangan saat Ramadan tahun ini dinilai lebih stabil. Inflasi Ramadan pada 2022 tercatat 5,48 persen, meningkat menjadi 5,83 persen pada 2023, dan sempat mencapai 10,33 persen pada 2024.

READ  Pemerintah Targetkan Swasembada Pangan dan Energi di Setiap Pulau

Pemerintah menegaskan akan terus menjaga stabilitas harga pangan agar daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. (XDI)