EkonomiUmum

IHSG Naik 1,41 Persen, Ditutup di Level 7.440

369
×

IHSG Naik 1,41 Persen, Ditutup di Level 7.440

Sebarkan artikel ini

JATIMHEBAT.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat dan bergerak di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini. Hingga penutupan pasar, IHSG tercatat naik 1,41 persen atau bertambah 103,54 poin ke level 7.440,91 pada Selasa (10/3/2026).

Sepanjang perdagangan, sebanyak 556 saham tercatat mengalami kenaikan harga, sementara 203 saham melemah dan 199 saham lainnya stagnan. Sektor barang baku menjadi sektor dengan penguatan tertinggi sebesar 4,42 persen, sedangkan sektor teknologi mencatat pelemahan paling dalam sebesar minus 0,04 persen.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan IHSG terjadi setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam. Rebound tersebut dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal maupun teknikal.

“IHSG rebound dari koreksi tajam sehari sebelumnya yang dipicu oleh koreksi harga minyak mentah. Penguatan IHSG juga ditopang sentimen penguatan indeks bursa Wall Street dan Asia, serta technical rebound,” kata tim analis Phintraco dalam keterangan tertulis.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume saham yang diperdagangkan mencapai 33,46 miliar lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,98 juta kali. Sementara itu, total nilai perdagangan tercatat sebesar Rp19,11 triliun dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp13.311 triliun.

Sentimen positif di pasar domestik juga dipengaruhi oleh rilis data kinerja penjualan ritel dari Bank Indonesia. Berdasarkan laporan tersebut, penjualan ritel domestik pada Januari 2026 tumbuh 5,7 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan pertumbuhan 3,5 persen pada Desember 2025.

“Pertumbuhan penjualan ritel Januari 2026 lebih besar dari perkiraan sebesar 4 persen,” ujar tim analis Phintraco.

Ke depan, penjualan ritel diperkirakan akan semakin meningkat sepanjang tahun 2026, didorong oleh momentum sejumlah perayaan besar seperti Tahun Baru Imlek, bulan Ramadan, serta menjelang Hari Raya Idulfitri.

READ  Rupiah Melemah ke Rp16.605 per Dolar AS, Tertekan Penguatan Greenback

Selain itu, pelaku pasar juga tengah menantikan rilis data inflasi Februari 2026 yang diperkirakan tetap stabil.

“Selanjutnya pelaku pasar akan menunggu data inflasi Februari 2026. Perkiraannya, inflasi akan stabil di 2,4 persen. Begitu pula dengan inflasi inti diperkirakan stabil di level 2,5 persen,” kata tim Phintraco menutup analisisnya. (KPZ)