EkonomiPemerintahanUmum

Pemerintah Siapkan Skema WFH untuk Tekan Dampak Kenaikan Harga Minyak

367
×

Pemerintah Siapkan Skema WFH untuk Tekan Dampak Kenaikan Harga Minyak

Sebarkan artikel ini

JATIMHEBAT.COM – Pemerintah tengah mempersiapkan skema kerja fleksibel berupa bekerja dari rumah (work from home/WFH) sebagai respons atas kenaikan harga minyak dunia yang dipicu konflik di Timur Tengah, termasuk dampak dari perang Iran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kebijakan WFH direncanakan berlaku selama satu hari dalam lima hari kerja. Skema ini akan diterapkan tidak hanya bagi aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga sektor swasta.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Terkait dengan kajian, bahwa dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi waktu kerja,” ujar Airlangga usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Airlangga menjelaskan, saat ini kebijakan tersebut masih dalam tahap penyusunan teknis. Pemerintah menargetkan penerapan WFH dilakukan setelah periode Lebaran, meskipun waktu pastinya masih akan ditentukan.

“Akan kami tentukan waktunya,” katanya.

Pemerintah juga menegaskan bahwa penerapan WFH ini tidak berkaitan langsung dengan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Durasi pelaksanaan akan menyesuaikan perkembangan harga minyak global serta dinamika konflik di Timur Tengah.

Selain membahas skema WFH, rapat kabinet juga menyoroti langkah efisiensi di kementerian dan lembaga (K/L) guna menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen. Pemerintah juga mendorong peningkatan produksi batu bara serta konversi pembangkit listrik tenaga diesel menjadi energi surya.

Airlangga menambahkan, Presiden Prabowo memberikan respons positif terhadap rencana kebijakan WFH tersebut. Menurutnya, kebijakan ini berpotensi menghemat konsumsi BBM hingga seperlima dari penggunaan normal masyarakat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meminta jajaran kabinetnya menyiapkan berbagai langkah penghematan energi sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak global. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pengurangan hari kerja.

READ  Prabowo Percepat Elektrifikasi 5.700 Desa Terpencil di Indonesia Hingga 2030.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Jumat (13/3/2026), Prabowo juga menyinggung kebijakan serupa di negara lain, seperti Pakistan, yang telah menerapkan WFH hingga pemotongan gaji pejabat untuk menekan konsumsi BBM.

“Pengurangan hari kerja juga harus kita pertimbangkan,” ujar Prabowo. (SJX)