Umum

Alumnus Ponpes Langitan Ciptakan Logo Resmi Muktamar Ke-35 NU

393
×

Alumnus Ponpes Langitan Ciptakan Logo Resmi Muktamar Ke-35 NU

Sebarkan artikel ini

JATIMHEBAT.COM – PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan karya alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur, sebagai logo resmi Muktamar ke-35 NU. Logo tersebut merupakan hasil karya M Shofa Ulum Azmi yang berhasil terpilih sebagai identitas visual forum permusyawaratan tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.

Shofa Ulum Azmi mengungkapkan, konsep logo berawal dari sebuah sketsa sederhana yang kemudian berkembang menjadi simbol yang merepresentasikan harmoni kepemimpinan di tubuh Nahdlatul Ulama.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Logo ini berawal dari sketsa kasar yang kemudian membentuk dua lingkaran sebagai konstruksi utamanya. Saya memaknai dua lingkaran itu sebagai simbol Syuriah dan Tanfidziyah,” ujar Shofa di Jakarta, Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, dua lingkaran dalam desain tersebut menggambarkan hubungan yang saling menguatkan antara Syuriah dan Tanfidziyah sebagai dua unsur utama kepemimpinan NU. Hubungan itu diibaratkan seperti ikatan antara bapak dan anak yang saling melengkapi dan menjaga keseimbangan organisasi.

Ia menuturkan, desain logo tersebut diselesaikan hanya dalam waktu semalam sebelum melalui proses penyempurnaan pada tahap akhir hingga akhirnya ditetapkan sebagai logo resmi Muktamar ke-35 NU.

Terpilihnya karya alumnus Ponpes Langitan dinilai semakin mempertegas hubungan historis yang erat antara pesantren tersebut dengan Nahdlatul Ulama. Pondok pesantren yang berdiri sejak 1852 itu telah melahirkan banyak ulama dan kader yang berperan penting bagi perjalanan organisasi, bahkan sejak sebelum NU resmi berdiri hingga memasuki abad kedua usianya.

Dua pendiri NU, yakni Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah, diketahui merupakan alumnus Ponpes Langitan. Keduanya pernah menjadi santri KH Ahmad Sholeh, pengasuh kedua Pondok Pesantren Langitan.

Tradisi pengabdian tersebut kemudian diteruskan oleh para pengasuh dan alumnus pesantren dari generasi ke generasi. Sejumlah tokoh NU yang berasal dari Langitan antara lain KH Muhammad Khozin pada masa awal berdirinya NU, KH Abdul Hadi Zahid, hingga KH Abdullah Faqih yang pernah dipercaya menjabat sebagai Mustasyar PBNU.

READ  PBNU Tinjau Kesiapan Lirboyo, Fasilitas Muktamar ke-35 Dinilai Lengkap

Saat ini, estafet pengabdian itu dilanjutkan KH Ma’shum Faqih yang mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBNU. Ia juga mencatat sejarah sebagai kiai pertama dari Ponpes Langitan yang berada di jajaran Tanfidziyah PBNU.

KH Ma’shum Faqih menilai terpilihnya logo karya alumnus Langitan menjadi bukti bahwa pesantren yang berada di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, tersebut terus memberikan kontribusi nyata bagi jam’iyah melalui karya-karya kreatif para alumninya.

Menurutnya, pengabdian kepada Nahdlatul Ulama tidak selalu diwujudkan melalui jabatan struktural. Kontribusi juga dapat diberikan melalui gagasan, inovasi, dan kreativitas yang membawa manfaat bagi organisasi maupun warga nahdliyin.

“Karya, pemikiran, inovasi, dan kreativitas yang membawa manfaat bagi organisasi juga merupakan bagian dari pengabdian. Semoga semangat itu terus hidup dan menginspirasi generasi muda nahdliyin,” ujar KH Ma’shum.

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir untuk membuka muktamar tersebut. (VCB)