Umum

Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan Muktamar Ke-35 di Tambakberas

356
×

Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan Muktamar Ke-35 di Tambakberas

Sebarkan artikel ini

JATIMHEBAT.COM – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar meninjau langsung kesiapan pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Rais Aam didampingi Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar Ke-35 NU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Bendahara Umum PBNU Agus Gudfan Arief, Ketua Steering Committee (SC) Prof Mohammad Nuh, serta perwakilan tuan rumah KH Hasib Wahab dan KH Abdurozaq Sholeh.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kunjungan dimulai dari lokasi registrasi peserta di MTs Bahrul Ulum. Rais Aam berkeliling melihat kesiapan pelayanan registrasi sebelum melanjutkan peninjauan ke salah satu lokasi penginapan peserta di Gedung Madrasah Muallimin Muallimat.

Di lokasi penginapan, KH Miftachul Akhyar turut mengecek fasilitas yang disediakan panitia, termasuk mencoba langsung kasur yang telah disiapkan untuk peserta.

Rombongan kemudian melihat lokasi persidangan pleno di gedung serbaguna pesantren, area bazar, hingga lapangan desa yang akan menjadi lokasi pembukaan Muktamar Ke-35 NU. Di lapangan, Rais Aam melihat langsung proses pembangunan tenda dan berbagai fasilitas pendukung pembukaan.

Gus Ipul mengatakan, berdasarkan hasil peninjauan, secara keseluruhan persiapan muktamar telah mencapai lebih dari 85 persen. Waktu yang tersisa akan dimanfaatkan PBNU bersama panitia lokal untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan hingga hari pembukaan pada Kamis, 27 Agustus 2026.

“Alhamdulillah kita bersyukur dan bergembira karena semua yang kita rencanakan berjalan dengan baik. Persiapannya sudah lebih dari 85 persen. Waktu yang tersisa akan kita manfaatkan sebaik mungkin,” kata Gus Ipul.

Menurutnya, kesiapan akan terus dicek secara rinci, mulai dari akomodasi, konsumsi, lokasi persidangan hingga pelayanan bagi peserta dan warga yang hadir.

READ  Dorong Pengembangan Usaha, Pertamina Gelar Pelatihan UMK Academy 2025

Tambakberas, kata Gus Ipul, telah menyiapkan akomodasi untuk lebih dari 3.000 peserta resmi muktamar. Kebutuhan konsumsi juga telah dipersiapkan, termasuk dapur umum untuk melayani para partisipan yang datang dari berbagai daerah.

“Tempat persidangan juga terus disiapkan. Insyaallah seluruh kebutuhan utama muktamar bisa selesai sesuai jadwal,” ujarnya.

PBNU, lanjut Gus Ipul, juga telah mengirimkan surat kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membuka secara langsung Muktamar Ke-35 NU.

“PBNU sudah bersurat kepada Presiden untuk berkenan membuka langsung Muktamar Ke-35. Semoga waktunya cocok,” katanya.

Gus Ipul menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, tokoh lintas agama, serta seluruh pihak yang ikut mendukung persiapan muktamar.

Menurutnya, kerja bersama tersebut menjadi penting mengingat panitia hanya memiliki waktu sekitar 50 hari untuk mempersiapkan penyelenggaraan muktamar sejak lokasi ditetapkan.

Sementara itu, Ketua SC Muktamar Ke-35 NU Prof Mohammad Nuh mengatakan persiapan substansi muktamar juga hampir rampung. Seluruh materi persidangan telah masuk proses percetakan dan juga disiapkan dalam format digital.

“Persidangan-persistidangan juga sudah disiapkan. Daftar peserta tetap sekarang sudah sekitar 95 persen,” kata Prof Nuh.

Ia berharap Muktamar Ke-35 NU dapat berjalan sesuai semangat yang sejak awal dibangun, yakni senang, gembira, dan bermartabat.

Menurut Prof Nuh, Muktamar Ke-35 memiliki arti khusus karena menjadi muktamar pertama NU pada abad keduanya dan diselenggarakan di salah satu pesantren yang memiliki akar sejarah kuat dengan para muassis atau pendiri NU.

“Ini muktamar pertama di abad kedua NU. Tempatnya juga khusus. Karena itu, mari bersama-sama kembali kepada ruh dan jiwa NU: guyub, senang, rukun, dan semuanya berorientasi pada kemaslahatan,” ujarnya.

READ  Mensos: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Pendidikan Anak di Wilayah 3T

Prof Nuh memperkirakan warga NU dari berbagai daerah yang akan hadir di sekitar lokasi muktamar dapat mencapai lebih dari 10 ribu orang. Dukungan masyarakat juga terus berdatangan, mulai dari sumbangan beras, sapi, hingga berbagai kebutuhan lainnya.

Salah satu perwakilan tuan rumah, KH Hasib Wahab, mengatakan dengan waktu kurang dari satu pekan, pekerjaan panitia kini memasuki tahap penyelesaian akhir di sejumlah titik.

“Nanti malam juga akan dilaksanakan istighotsah dan doa bersama. Mudah-mudahan pelaksanaan muktamar dan seluruh persidangannya berjalan kondusif, sejuk, tenang, dan gembira,” katanya. (NOW)