Umum

Banyuwangi Jadi Bidikan Investasi Budidaya Tiram MATA Ecology

273
×

Banyuwangi Jadi Bidikan Investasi Budidaya Tiram MATA Ecology

Sebarkan artikel ini

JATIMHEBAT.COM – Potensi kelautan dan pesisir Kabupaten Banyuwangi menarik perhatian perusahaan asal Tiongkok, MATA Ecology. Perusahaan yang bergerak di bidang budidaya dan pengolahan tiram (oyster) tersebut berencana mengembangkan investasi berbasis blue industry di Banyuwangi.

Konsep yang ditawarkan tidak hanya berorientasi pada produksi tiram, tetapi juga mencakup hilirisasi produk, perlindungan lingkungan, serta pelibatan masyarakat lokal dalam rantai usaha.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Ketertarikan MATA Ecology disampaikan saat jajaran perusahaan bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (31/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, perusahaan memaparkan rencana pengembangan budidaya tiram hingga industri pengolahannya di Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan konsep yang ditawarkan investor tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah mengembangkan potensi sektor kelautan dan pesisir dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Kami kemarin kedatangan tamu investor dari Tiongkok yang tertarik untuk mengembangkan budidaya tiram di Banyuwangi. Sejauh ini konsep yang dipaparkan cukup menarik karena mengusung blue industry, yakni pengelolaan tiram yang ramah lingkungan sekaligus melibatkan masyarakat,” kata Ipuk, Selasa (1/9/2026).

MATA Ecology selama ini bergerak di bidang budidaya dan pengolahan tiram, pengelolaan sumber daya pesisir, serta pengembangan produk turunan hasil budidaya. Perusahaan tersebut juga mengembangkan teknologi budidaya yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Dalam rencana investasi di Banyuwangi, pengembangan tidak berhenti pada sektor budidaya. MATA Ecology juga akan mendorong proses hilirisasi untuk menghasilkan produk bernilai tambah.

Salah satunya melalui pemanfaatan cangkang tiram yang selama ini menjadi limbah menjadi produk turunan, seperti bahan baku pupuk. Konsep tersebut dinilai dapat menciptakan rantai ekonomi yang lebih luas sekaligus menekan potensi limbah dari kegiatan budidaya.

Menurut Ipuk, masuknya investasi tersebut berpotensi memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah. Selain meningkatkan investasi, pengembangan industri tiram dapat membuka lapangan pekerjaan, memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, serta meningkatkan nilai tambah komoditas kelautan.

READ  Atasi Hambatan Ekspor AS, Ratusan Pelaku Industri Udang Gelar Shrimp Fair 2025 di Banyuwangi

“Kami yakin budidaya tiram berkelanjutan berpotensi memberikan manfaat bagi daerah, antara lain melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi masyarakat pesisir, peningkatan nilai tambah hasil perikanan, serta penguatan sektor kelautan dan perikanan di Banyuwangi,” ujarnya.

Pemerintah daerah juga berharap pengembangan industri berbasis kelautan tersebut dapat memperkuat ekosistem ekonomi kawasan pesisir. Aktivitas ekonomi kelautan yang dikelola secara berkelanjutan dinilai dapat berjalan beriringan dengan sektor lainnya, termasuk pariwisata yang selama ini menjadi salah satu penggerak perekonomian Banyuwangi.

Direktur Utama MATA Ecology Wang Yong Ming mengatakan Banyuwangi memiliki sejumlah faktor yang mendukung pengembangan budidaya tiram. Di antaranya kondisi perairan, iklim, suhu, serta ketersediaan sumber daya manusia.

“Dalam penilaian kami, di sini tidak ada angin topan, suhunya sangat cocok sehingga bisa untuk melakukan budidaya tiram sepanjang tahun,” ujar Wang.

Wang mengungkapkan Banyuwangi menjadi lokasi pertama yang dipilih MATA Ecology untuk rencana investasi di Indonesia. Pihaknya optimistis dapat membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dan mengembangkan usaha budidaya tiram secara berkelanjutan.

“Ini pertama kalinya kami berinvestasi di Indonesia dan kami pilih Banyuwangi. Kami sangat semangat untuk menjalin kerja sama ini,” katanya.

Rencana investasi tersebut turut mendapat dukungan dari anggota DPR RI Komisi IV Prof. Rokhmin Dahuri. Ia menilai Banyuwangi memiliki potensi kelautan yang besar sekaligus kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung masuknya investasi.

Rokhmin mengatakan MATA Ecology merupakan perusahaan yang memiliki pengalaman dalam pengembangan budidaya tiram di Tiongkok. Konsep usaha yang dibawa juga dinilai memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi.

“Kami sudah memastikan perusahaan ini sangat bonafide, memiliki cetak biru yang melibatkan masyarakat dalam menjalankan kegiatannya. Investor ini kami bawa ke Banyuwangi karena Banyuwangi kami nilai siap,” ujarnya.

READ  Empat Kecamatan Banyuwangi Dipetakan Rawan Kebakaran Hutan

Sementara itu, Direktur Utama Surya Jaya Investama Chandra Astan selaku mitra MATA Ecology di Indonesia mengatakan pihaknya akan memastikan rencana investasi tersebut berjalan sesuai dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Menurutnya, aspek keberlanjutan lingkungan dan pelibatan masyarakat lokal akan menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha.

Dengan potensi perairan dan sumber daya pesisir yang dimiliki, rencana investasi MATA Ecology membuka peluang bagi Banyuwangi untuk mengembangkan komoditas tiram secara lebih luas. Tidak hanya sebagai hasil budidaya, tiram juga berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari industri kelautan bernilai tambah yang mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. (PFS)