Umum

KCIC Pastikan Whoosh Aman Meski Terdampak Sebaran Abu Vulkanik

372
×

KCIC Pastikan Whoosh Aman Meski Terdampak Sebaran Abu Vulkanik

Sebarkan artikel ini

JATIMHEBAT.COM – Seluruh perjalanan Kereta Cepat Whoosh dipastikan beroperasi secara aman dan normal di tengah sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga kini, aktivitas vulkanik tersebut tidak memicu gangguan pada operasional armada di koridor jalur Jakarta—Bandung.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) merilis data operasional harian pada Senin, 7 September 2026, untuk memastikan kelancaran sarana transportasi massal ini. Sebelum pemberangkatan penumpang pertama, petugas telah mengoperasikan KA Konfirmasi dari kedua arah guna memantau kondisi visual di lapangan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pusat Kendali Operasi atau Operation Control Center (OCC) mencatat seluruh prasarana vital berfungsi normal, termasuk komponen jaringan listrik aliran atas (Overhead Catenary System/OCS) dan sistem persinyalan. Apabila mendeteksi parameter abnormal di area perlintasan, sistem otomatisasi akan langsung menerbitkan notifikasi pengamanan dan memperlambat laju kereta secara mandiri demi menjaga keselamatan.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan bahwa pemantauan ketat dilakukan secara berapis dengan melibatkan unit operasi, keselamatan, hingga pengelolaan sarana dan prasarana.

“Berdasarkan hasil pemantauan hingga saat ini, seluruh sarana dan prasarana Whoosh berfungsi normal dan tidak ditemukan kendala yang mengganggu perjalanan. Whoosh tetap beroperasi dengan aman dan normal dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama,” ujar Eva.

Laporan dari para masinis juga mengonfirmasi bahwa jarak pandang di sepanjang lintasan masih berada pada batas aman. Rangkaian kereta dilengkapi pembersih kaca otomatis berfasilitas semprotan air untuk memastikan visibilitas pengemudi tetap tajam.

Pengawasan intensif diterapkan di sepanjang 142,3 kilometer jalur Whoosh, yang terdiri atas 82,7 kilometer struktur layang, 42,78 kilometer jalur di atas tanah, serta 13 terowongan sepanjang 16,82 kilometer. Pemeriksaan difokuskan pada area terbuka yang berpotensi tinggi terpapar material abu vulkanik.

READ  KPK Persilakan Mahfud MD Laporkan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh

Selain itu, tim teknis terus memeriksa kelayakan penyaring udara rangkaian kereta, kamera pemantau perangkat pantograf, komponen isolasi, gardu listrik, peralatan persinyalan, hingga mekanisme seluruh wesel.

Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, menambahkan bahwa pihak KCIC menjalankan Volcanic Ash Risk Assessment berdasarkan rujukan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ia mengimbau para calon penumpang untuk tetap menjaga kondisi kesehatan.

“Penumpang diimbau menggunakan masker dan kacamata, terutama saat berada di area terbuka stasiun, serta menjaga kondisi kesehatan. Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas dan memantau informasi terkini melalui Contact Center serta media sosial resmi Whoosh,” pungkas Emir. (XKJ)