Umum

Gunung Butak Tak Lagi Punya Titik Api, BPBD Malang Masih Lakukan Pemantauan

231
×

Gunung Butak Tak Lagi Punya Titik Api, BPBD Malang Masih Lakukan Pemantauan

Sebarkan artikel ini
Foto Istimewa - Petugas gabungan melakukan pemadaman api yang muncul di kawasan Gunung Butak, Jawa Timur

JATIMHEBAT.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Butak, pegunungan Kawi, Kabupaten Malang, kini dinyatakan tidak lagi memiliki titik api. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran kembali.

BPBD Kabupaten Malang mencatat luas area yang terdampak kebakaran Gunung Butak mencapai sekitar 500 hektare. Vegetasi yang terbakar mayoritas berupa semak belukar dan sabana yang berada di kawasan pegunungan tersebut.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan kondisi Gunung Butak saat ini relatif terkendali. Tim gabungan masih melakukan observasi sebelum seluruh personel ditarik dari lokasi.

“Untuk saat ini di Gunung Butak sudah tidak ada titik api. Kami masih melakukan observasi dan pemantauan. Kalau kondisi benar-benar aman, personel akan ditarik secara bertahap,” kata Sadono, Jumat (11/9/2026).

Tim gabungan masih disiagakan di sejumlah posko di sekitar kawasan Gunung Butak. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun bara yang masih tersisa di area terdampak karhutla Gunung Butak.

Penarikan personel direncanakan dilakukan paling lambat pada Minggu. Namun, proses tersebut dapat dipercepat apabila hasil pemantauan menunjukkan kondisi kawasan benar-benar aman dan tidak ada potensi kebakaran susulan.

Sadono menambahkan, personel yang masih disiagakan di kawasan Gunung Butak juga dapat digeser apabila dibutuhkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah lain.

Salah satu kemungkinan pengerahan personel tersebut adalah apabila kebakaran Gunung Bromo meluas dan berdampak hingga wilayah Kabupaten Malang. Dalam situasi tersebut, personel yang sebelumnya terlibat dalam operasi penanganan karhutla Gunung Butak dapat dikerahkan untuk memperkuat penanganan di lokasi lain sesuai kebutuhan.

READ  Lewat Program “Kelas Wangi”, Eskulin Ajak Remaja Lebih Percaya Diri dan Ekspresif

Di sisi lain, BPBD Kabupaten Malang juga terus mengevaluasi dampak pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Jawa Timur terhadap kondisi cuaca di wilayah setempat.

Sadono mengatakan, hingga Jumat, hujan belum turun di kawasan Gunung Butak. Kondisi tersebut membuat pemantauan tetap perlu dilakukan meskipun titik api sudah tidak ditemukan.

“Untuk di Gunung Butak belum hujan. Tapi beberapa wilayah lain di Kabupaten Malang sudah turun hujan, seperti Tirtoyudo, Ampelgading dan beberapa wilayah di Malang Selatan,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Malang masih mempertahankan pemantauan di kawasan Gunung Butak hingga situasi dinilai benar-benar aman. Seluruh personel akan ditarik secara bertahap setelah tidak ditemukan lagi potensi titik api maupun bara yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.

Penanganan pascakebakaran menjadi penting mengingat area terdampak karhutla Gunung Butak mencapai sekitar 500 hektare. Pemantauan dilakukan untuk mencegah api kembali muncul, terutama di tengah kondisi vegetasi yang masih berpotensi kering. (RBG)