PemerintahanPendidikanUmum

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Banyuwangi Gelar Seminar Bersama IKA FIP UNJ

231
×

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Banyuwangi Gelar Seminar Bersama IKA FIP UNJ

Sebarkan artikel ini
Bupati Ipukmembuka Seminar Nasional, Penguatan Kompetensi Guru

JATIMHEBAT.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus mendorong peningkatan kompetensi para pendidik melalui gelaran Seminar Pendidikan Nasional di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (19/9/2026). Mengusung tema “Transformasi Guru Masa Depan dan Masa Depan Guru Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua”, acara ini diikuti sebanyak 350 peserta secara antusias.

Para peserta terdiri atas guru, kepala sekolah, pengawas, dosen, tenaga kependidikan, hingga pemerhati pendidikan. Seminar nasional ini terlaksana atas kolaborasi strategis antara Pemkab Banyuwangi dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (IKA FIP UNJ).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Bupati Ipuk Dorong Guru Terus Upgrade Skill di Era Digital
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa laju perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan peserta didik menuntut para guru untuk adaptif. Sebagai ujung tombak pencetak generasi penerus, guru memegang peran kunci dalam menghadirkan pendidikan inklusif dan berkualitas.

“Guru tidak boleh berhenti belajar. Upgrade terus skill dan kompetensi, termasuk di bidang teknologi,” ujar Ipuk, Sabtu (19/9/2026).

Ipuk juga mengajak para kepala sekolah dan guru untuk menciptakan ruang belajar yang kreatif tanpa harus terpaku di dalam kelas. Ia mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak—seperti perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, hingga orang tua—agar proses pembelajaran tetap relevan dengan zaman.

Tiga Taktik Utama Guru Masa Depan Menurut Ahli
Seminar ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten, di antaranya Wakil Dekan II FIP UNJ Dr. Cecep Kustandi, Sekjen PB PGRI sekaligus Ketua IKA FIP UNJ Dr. Dudung Abdul Qodir, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Dr. Alfian.

Dalam pemaparannya, Dr. Dudung Abdul Qodir menyoroti tiga kompetensi utama yang wajib dimiliki oleh guru masa depan agar mampu bersaing di era digital:

READ  Insiden Maut di Margorejo, DPRD Surabaya Minta Evaluasi Total Proyek Gorong-Gorong

1. Trend Watching — Kemampuan membaca arah perkembangan dan dinamika dunia pendidikan.

2. Envisioning — Kemampuan menyusun visi serta arah pembelajaran masa depan.

3. Critical Thinking — Berpikir kritis sebagai bekal memecahkan tantangan pendidikan yang makin kompleks.

“Dengan tiga hal itu, guru pasti mampu memberikan pembelajaran yang tepat sesuai kebutuhan, dengan cara yang juga sesuai dengan zaman anak didiknya,” pungkas Dudung. (YJB)