EkonomiUmum

Hermanto Tanoko Dirikan ASPIN, Wadah Independen Pengusaha Lintas Skala

360
×

Hermanto Tanoko Dirikan ASPIN, Wadah Independen Pengusaha Lintas Skala

Sebarkan artikel ini
Pengusaha Nasional, Hermanto Tanoko, saat pembukaan Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia (ASPIN)

JATIMHEBAT.COM – Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia (ASPIN) resmi berdiri atas inisiatif pengusaha nasional Hermanto Tanoko. Organisasi ini dibentuk sebagai wadah pengusaha independen yang terbuka bagi pelaku usaha lintas sektor dan berbagai skala, termasuk UMKM.

Peresmian ASPIN digelar di Grand Ballroom VASA Hotel Surabaya, Sabtu (31/1). Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya kepengurusan ASPIN untuk periode lima tahun.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Hermanto Tanoko mengatakan, dunia usaha membutuhkan saluran komunikasi yang lebih efektif dengan pemerintah, terutama terkait kebijakan dan regulasi yang berdampak langsung pada kegiatan bisnis.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya tersebut juga diharapkan mampu membantu UMKM meningkatkan kapasitas usahanya.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah komunikasi yang terbuka agar UMKM bisa terus berkembang dan tidak tertinggal,” kata Hermanto.

ASPIN, lanjut Hermanto, juga akan memprioritaskan penguatan perusahaan dalam negeri. Ia menilai, masih banyak sektor di Indonesia yang dikuasai merek asing, meskipun proses produksi dilakukan di dalam negeri dengan tenaga kerja lokal.

“Kalau hanya jadi pasar dan tempat produksi, tentu nilai tambahnya tidak maksimal bagi pengusaha nasional,” ujarnya.

Ke depan, ASPIN akan menjalankan berbagai program pembinaan dan pendampingan bisnis bagi anggotanya. Bagi pelaku UMKM, ASPIN membuka keanggotaan gratis sebagai bentuk komitmen mendorong usaha kecil untuk tumbuh dan naik kelas.

ASPIN menaungi 24 bidang usaha dan menargetkan terbentuknya ekosistem kolaboratif antar pelaku usaha nasional. (PJE)

READ  Tarif Trump 19%: Ekspor Indonesia Belum Terdampak Signifikan, Negosiasi Terus Dikejar.