PemerintahanUmum

Perkuat Lifting Nasional, Pemerintah Bakal Perpanjang Kontrak ExxonMobil Hingga 2055

213
×

Perkuat Lifting Nasional, Pemerintah Bakal Perpanjang Kontrak ExxonMobil Hingga 2055

Sebarkan artikel ini

JATIMHEBAT.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan komunikasi intensif dengan ExxonMobil terkait kelanjutan kerja sama di sektor energi, khususnya minyak dan gas bumi (migas).

Menurut Bahlil, komunikasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat hubungan strategis sektor migas nasional, sekaligus memastikan keberlanjutan investasi dan produksi minyak di Tanah Air.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“ExxonMobil ini salah satu perusahaan minyak Amerika Serikat yang sudah 100 tahun lebih beroperasi di Indonesia. Dan mereka adalah salah satu penyumbang lifting terbesar, selain Pertamina,” ujar Bahlil dalam konferensi pers Penjelasan terkait Implementasi Teknis Sektor ESDM Pasca Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia–Amerika Serikat di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat, 20 Februari 2026.

Ia menjelaskan, kontribusi lifting ExxonMobil saat ini berada pada kisaran 170.000 hingga 185.000 barel per hari. Angka tersebut menjadikan perusahaan tersebut sebagai salah satu tulang punggung produksi minyak nasional.

Pemerintah, lanjut Bahlil, berencana memperpanjang kontrak kerja sama hingga tahun 2055. Perpanjangan itu diproyeksikan akan disertai tambahan investasi sekitar 10 miliar dolar Amerika Serikat.

“Kita akan memperpanjang sampai dengan 2055, dengan total investasi kurang lebih menambah 10 miliar USD. Namun ada beberapa hal yang harus kita clearkan (jelaskan), termasuk di dalamnya adalah sharing cost recovery antara pendapatan negara dan pendapatan K3S,” ucapnya.

Bahlil menambahkan, masih terdapat sejumlah hal teknis yang perlu diselesaikan, termasuk mekanisme pembagian cost recovery antara negara dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S). Proses tersebut menjadi bagian dari komunikasi bilateral yang melibatkan pihak swasta, pemerintah Indonesia, hingga pemerintah Amerika Serikat.

“Ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari komunikasi bilateral kita antara pihak swasta yang ada di sini maupun dengan pemerintah Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah berkomunikasi dengan pemerintah Amerika Serikat,” katanya.

READ  Alwi Farhan Tak Terbendung, Juara Indonesia Masters 2026

Pemerintah berharap kelanjutan kerja sama ini tidak hanya menjaga stabilitas produksi migas nasional, tetapi juga memperkuat iklim investasi energi di tengah dinamika global. (MRX)