JATIMHEBAT.COM – yngenta Indonesia resmi meluncurkan SIMODIS®, insektisida berbasis teknologi PLINAZOLIN®, untuk membantu petani mengendalikan serangan thrips pada tanaman cabai. Peluncuran SIMODIS® untuk tanaman cabai ini menjadi yang pertama di Indonesia dan dihadiri 285 petani dari Jember dan Banyuwangi.
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari komitmen Syngenta Indonesia dalam menghadirkan inovasi perlindungan tanaman untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan budidaya. Kegiatan itu sekaligus memeriahkan rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menjawab Tantangan Budidaya Cabai
Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura penting dengan permintaan pasar tinggi dan nilai ekonomi yang signifikan. Namun, produktivitas dan kualitas panen cabai menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi cuaca hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), termasuk thrips.
Tekanan serangan hama dapat semakin meningkat ketika kondisi lingkungan mendukung perkembangan populasi thrips. Fenomena El Niño, misalnya, dapat menyebabkan musim kemarau datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang sehingga berpotensi meningkatkan tekanan hama pada tanaman.
Jember dipilih sebagai lokasi peluncuran karena merupakan salah satu sentra produksi cabai di Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi cabai di Kabupaten Jember mencapai 176.234 kuintal sepanjang 2024.
Karena itu, dukungan teknologi perlindungan tanaman yang tepat, termasuk pengendalian thrips, menjadi salah satu faktor penting untuk membantu menjaga produktivitas sekaligus kualitas hasil panen.
Tiga Keunggulan SIMODIS®
Pengendalian thrips secara efektif dapat membantu tanaman cabai tumbuh lebih sehat, mulai dari bagian pucuk, daun, bunga hingga buah. Ketika tekanan serangan thrips lebih terkendali, tanaman berpotensi memiliki pucuk yang lebih sehat, daun yang minim keriput atau menggulung, serta bunga yang lebih cerah dan tidak mudah rontok.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membantu mengurangi risiko buah cabai bengkok sekaligus menjaga kualitas hasil panen.
National Sales Head Syngenta Indonesia, Fauzi Tubat, mengatakan petani hortikultura menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi produktivitas tanaman.
“Petani hortikultura, termasuk cabai, menghadapi tiga tantangan utama, yaitu kekeringan, harga komoditas yang tidak menentu, serta hama dan penyakit yang memengaruhi produksi. Dua hal pertama berada di luar kendali kita, namun untuk hama dan penyakit, kita dapat mengupayakannya melalui penggunaan produk perlindungan tanaman yang tepat,” ujar Fauzi.
Menurutnya, SIMODIS® hadir dengan tiga keunggulan utama yang dirangkum dalam konsep “Jago, Unggul, Sempurna”.
“SIMODIS® hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan tiga keunggulan utama. Jago (jago lawan thrips), Unggul (pucuk merekah, daun sehat), serta Sempurna (bunga dan buah mulus),” katanya.
Penggunaan Harus Bertanggung Jawab
Syngenta Indonesia menekankan pentingnya penggunaan SIMODIS® sesuai rekomendasi teknis dan petunjuk pada label. Hal tersebut diperlukan untuk memperoleh hasil optimal sekaligus menjaga keberlanjutan efektivitas pengendalian hama.
Product Manager Syngenta Indonesia Tracy Tey Hui Xiang mengatakan penggunaan produk perlindungan tanaman harus dilakukan secara bertanggung jawab.
“SIMODIS® merupakan teknologi terobosan yang harus digunakan secara bertanggung jawab. Petani perlu mengikuti petunjuk penggunaan pada label dan menerapkan rotasi mode of action atau cara kerja bahan aktif untuk membantu memperlambat terbentuknya resistensi dan menjaga efektivitas pengendalian thrips dalam jangka panjang,” ujar Tracy.
Untuk tanaman cabai, SIMODIS® direkomendasikan diaplikasikan pada 28, 35, dan 42 hari setelah tanam (HST), dengan dosis 600 ml per hektare atau konsentrasi 1,2 ml per liter.
Sementara itu, untuk membantu memastikan cakupan semprotan yang merata, volume semprot yang disarankan mencapai 500 liter per hektare. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 30 tangki berkapasitas 16 liter per hektare.
Hadirkan Kompetisi Si ‘Modis’ Fashion Show
Peluncuran SIMODIS® di Jember juga dikemas dengan berbagai aktivitas untuk melibatkan para peserta. Salah satunya kompetisi Si ‘Modis’ Fashion Show, yang mengajak peserta merancang busana dengan inspirasi dari bunga dan tanaman cabai yang sehat.
Aktivasi kreatif tersebut menjadi simbol vitalitas tanaman cabai sekaligus menyampaikan pesan mengenai pentingnya perlindungan tanaman yang tepat dalam mendukung pertumbuhan tanaman, pembungaan, hingga pembentukan buah secara optimal.
Salah satu petani cabai yang hadir, Arif Saifur Rohman, turut membagikan pengalamannya menggunakan SIMODIS® untuk membantu mengendalikan serangan thrips pada tanaman cabainya.
“Saya mengandalkan SIMODIS® untuk mengendalikan serangan thrips, hasilnya, tanaman cabai saya terjaga mulai dari pucuk, daun, hingga bunga. Panen meningkat dan kualitas buah lebih baik, buah yang bengkok juga lebih sedikit, sehingga nilai jualnya menjadi lebih tinggi,” kata Arif.
Pengalaman tersebut turut diperkuat oleh Jayan, petani cabai asal Cianjur, yang berbagi pengalaman melalui sesi live connection dalam rangkaian acara peluncuran.
Grand Launching SIMODIS® di Jember menjadi pembuka rangkaian peluncuran yang akan digelar di lima lokasi di Indonesia. Rangkaian kegiatan tersebut ditujukan untuk memperluas edukasi mengenai pengendalian thrips sekaligus memberikan kesempatan kepada lebih banyak petani untuk mengenal dan mencoba teknologi perlindungan tanaman secara langsung.
Sejalan dengan visi Petani MAJU, Syngenta Indonesia terus mendorong percepatan adopsi inovasi dan teknologi pertanian untuk membantu petani meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Melalui inovasi seperti SIMODIS®, Syngenta Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra petani dalam menghadapi berbagai tantangan budidaya. Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, serta memberikan nilai lebih bagi petani. (XQP)



