Umum

Jelang Musim Hujan, Bupati Subandi Kerahkan 5 Alat Berat Normalisasi Sungai Tanggulangin-Candi

226
×

Jelang Musim Hujan, Bupati Subandi Kerahkan 5 Alat Berat Normalisasi Sungai Tanggulangin-Candi

Sebarkan artikel ini
foto Istimewa

JATIMHEBAT.COM – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mempercepat normalisasi sungai dan avour di wilayah Tanggulangin dan Candi menjelang datangnya musim hujan. Lima alat berat dikerahkan untuk mengatasi pendangkalan sungai yang berpotensi menghambat aliran air dan memicu banjir.

Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung melakukan inspeksi mendadak di Sungai Gedangrowo, Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Jumat (18/9/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Dari lima alat berat yang telah disiapkan Pemkab Sidoarjo, baru tiga ekskavator yang terlihat beroperasi di lapangan.

Subandi meminta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM SDA) segera menurunkan seluruh alat berat yang telah disiapkan. Ia menargetkan kelima ekskavator sudah beroperasi untuk mempercepat pengerukan sungai sebelum intensitas hujan meningkat.

“Sudah saya telepon dinas PU, kenapa alat-alatnya belum dikirim semua. Saya minta PU memastikan besok lima alat berat sudah turun semua,” kata Subandi dalam keterangan yang diterima, Jumat (18/9/2026).

Menurut Subandi, pendangkalan terjadi di sejumlah sungai yang berada di wilayah Tanggulangin dan Candi. Salah satu lokasi yang membutuhkan penanganan berada di kawasan Kalidawir, Tanggulangin.

Karena itu, pengerahan alat berat akan diprioritaskan untuk sungai dan avour yang dinilai membutuhkan penanganan segera. Normalisasi dilakukan dengan mengeruk material yang menyebabkan kapasitas tampung dan kelancaran aliran sungai berkurang.

Pemkab Sidoarjo juga meminta para camat berkoordinasi dengan Dinas PU BM SDA untuk memetakan sungai yang tidak dapat dijangkau alat berat.

Penanganan sungai yang sulit dijangkau alat berat akan dilakukan melalui program Pembangunan Infrastruktur Wilayah Kecamatan (PIWK). Langkah tersebut diarahkan agar penanganan tidak dilakukan secara parsial, melainkan menyeluruh dari wilayah hulu hingga hilir.

“Untuk normalisasi yang lokasinya tidak bisa dijangkau dengan alat-alat berat, minimal Pak Camat bisa berkolaborasi dengan PU. Kita petakan agar semua sungai di daerah Tanggulangin dan Candi betul-betul siap saat musim hujan,” ujar Subandi.

READ  Batas Pelaporan SPT Tahunan Diperpanjang hingga 30 April 2026

Siapkan Embung 15 Hektare di Kedungbanteng

Selain mempercepat normalisasi sungai, Pemkab Sidoarjo menyiapkan rencana pembangunan embung di Desa Kedungbanteng.

Lahan seluas sekitar 15 hektare di RT 08 diusulkan menjadi lokasi embung yang berfungsi menampung air. Rencana tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menangani persoalan banjir sekaligus penurunan tanah di kawasan Kedungbanteng.

“Tujuannya untuk menampung air. Kalau bisa pembebasan lahannya kita usahakan 2027. Kalau tidak bisa, 2028. Setelah itu tanahnya bisa diserahkan kepada desa untuk dikelola. Termasuk kemungkinan menjadi kawasan wisata,” kata Subandi.

Persoalan penurunan tanah di Kedungbanteng juga menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo. Pemerintah daerah berencana menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk melakukan pengukuran dan kajian terkait tingkat penurunan tanah di kawasan tersebut.

Subandi mengatakan, langkah penanganan banjir di Kedungbanteng tidak cukup hanya dengan melakukan betonisasi jalan.

Sebelumnya, Pemkab Sidoarjo telah melakukan betonisasi jalan di kawasan yang kerap tergenang. Namun, genangan masih terjadi meski jalan telah dibeton.

“Sebenarnya, Pemkab Sidoarjo telah melakukan betonisasi jalan di kawasan Kedungbanteng yang tergenang banjir. Tapi, ternyata posisi jalan yang dibetonisasi masih banjir. Ini menjadi pekerjaan rumah,” ujarnya.

Karena itu, Subandi meminta penanganan persoalan banjir dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari normalisasi sungai, penataan avour, hingga pengelolaan aliran air dari hulu menuju hilir harus menjadi satu kesatuan.

Langkah percepatan normalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan wilayah Tanggulangin dan Candi menghadapi musim hujan sekaligus mengurangi potensi genangan yang selama ini terjadi di sejumlah kawasan. (CQU)