Umum

Gedor Penanganan TBC hingga Tingkat Desa, Banyuwangi Terima Bantuan Alat Diagnostik Canggih dari Kemenkes

386
×

Gedor Penanganan TBC hingga Tingkat Desa, Banyuwangi Terima Bantuan Alat Diagnostik Canggih dari Kemenkes

Sebarkan artikel ini

JATIMHEBAT.COM – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengambil langkah proaktif dalam memberantas penyakit Tuberkulosis (TBC). Melalui kolaborasi pemerintah desa dan kelurahan, Banyuwangi mendeklarasikan komitmen siaga penanggulangan TBC berbasis wilayah secara terpadu dan berkelanjutan.

Deklarasi yang dibacakan oleh Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi, Budiharto, disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus pada Sabtu (24/10/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Langkah strategis ini berfokus pada deteksi dini, pengobatan sesuai standar, hingga penelusuran kontak erat di lingkungan keluarga guna memutus rantai penularan.

“Kami berkomitmen mendorong pelaksanaan deteksi dini, pemeriksaan, pengobatan sesuai standar, investigasi kontak, pemberian terapi pencegahan, serta pemantauan kepatuhan pengobatan pasien,” tegas Budiharto, Kamis (29/10/2026).

Indonesia Peringkat 2 Kasus TBC Dunia, Pendekatan Dini Jadi Kunci
Dalam kunjungannya, Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menekankan pentingnya pergeseran strategi nasional—dari yang semula berfokus pada pengobatan pasien menjadi penguatan pencegahan dan penemuan kasus lebih awal.

“Indonesia berada di peringkat kedua kasus TBC tertinggi di dunia. Bayangkan negara kita begitu besar, kasus TBC-nya sangat tinggi, maka TBC harus diberantas,” ujar Benjamin.

Untuk mengakselerasi penemuan kasus di tingkat tapak, Kementerian Kesehatan menyalurkan tambahan alat diagnostik canggih bagi Banyuwangi, termasuk 4 unit mesin X-ray portabel yang ditempatkan di puskesmas-puskesmas strategis.

“Dengan adanya penambahan sarana ini, tidak ada lagi alasan keterlambatan diagnosis pasien TBC akibat keterbatasan alat di puskesmas,” tambahnya.

Pemkab Banyuwangi Masifkan Skrining Lapangan
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik dukungan penuh dari Kemenkes. Ipuk menegaskan bahwa keberhasilan penanganan TBC sangat bergantung pada masifnya penemuan kasus (case finding) melalui skrining lapangan agar pasien dapat segera diobati hingga sembuh total.

READ  Pertama Kali ke Banyuwangi, Raline Shah Ajak Keluarga Nikmati Keindahan Ujung Timur Jawa

“Kuncinya ada pada skrining. Kita akan cari terus dan lakukan pemeriksaan intensif agar kasus-kasus yang tidak terlihat bisa segera muncul, terdeteksi, dan langsung diobati, termasuk melalui penelusuran kontak di lingkungan keluarga,” jelas Ipuk.

Dukungan sarana dari Kemenkes dan komitmen dari seluruh kepala desa/lurah diharapkan menjadi amunisi tambahan bagi tenaga kesehatan dan kader di lapangan untuk mewujudkan Banyuwangi bebas TBC. (KRU)