PemerintahanUmum

Atasi Penumpukan di Pelabuhan, Kapolri Usulkan Skema ‘First Come First In’ untuk Mudik 2026

250
×

Atasi Penumpukan di Pelabuhan, Kapolri Usulkan Skema ‘First Come First In’ untuk Mudik 2026

Sebarkan artikel ini
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno (kiri), Kapolri Listyo Sigit Prabowo (kanan) di Auditorium Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026 (Foto: Dokumentasi/Humas Polri)

JATIMHEBAT.COM – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyarankan penerapan metode first come first in saat puncak arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan tersebut diusulkan untuk mencegah penumpukan kendaraan di kawasan pelabuhan penyeberangan, khususnya di wilayah Banten.

“Wilayah Banten menjadi perhatian khusus karena menjadi jalur utama penyeberangan dari Pulau Jawa menuju Sumatera. Oleh karena itu, pengaturan lalu lintas dan pemanfaatan tiga pelabuhan disiapkan secara terstruktur,” kata Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Ia menjelaskan, di Pelabuhan Merak diterapkan skema situasi hijau, kuning, dan merah untuk mengukur kepadatan antrean kendaraan. Pada situasi hijau, tujuh dermaga dimanfaatkan untuk kendaraan penumpang dan pejalan kaki.

“Situasi hijau berarti antrean dalam kondisi normal. Situasi kuning ketika antrean sampai SPBU Cikuasa Atas, dan situasi merah jika mencapai Gerbang Tol Merak,” ujarnya.

Pengaturan serupa juga diterapkan di Pelabuhan Ciwandan dan Pelabuhan BBJ yang melayani kendaraan logistik. Skema tersebut bertujuan mengantisipasi lonjakan kendaraan, terutama truk tangki dan alat berat.

“Di puncak arus mudik, siapa yang datang duluan dia langsung masuk kapal. Kami mohon izin kepada stakeholder terkait untuk kebijakan penyeberangan tersebut,” katanya.

Menurutnya, apabila kendaraan dipaksakan masuk sesuai tanggal tiket, potensi penumpukan akan sulit dihindari. Karena itu, fleksibilitas kebijakan diperlukan agar arus kendaraan tetap terkendali dan tidak terjadi kepadatan ekstrem di titik-titik krusial.

Sebagai informasi, Polri akan menggelar Operasi Ketupat mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Ratusan ribu personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan dan pelayanan arus mudik serta arus balik Lebaran. Tahun ini, Polri mengusung tagline “Mudik Aman dan Keluarga Bahagia” dengan pendekatan preemtif dan preventif.

READ  Di Pengadilan New York, Nicolas Maduro: Saya Masih Presiden Venezuela

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas utama pemerintah. Hal ini disampaikan mengingat proyeksi pergerakan masyarakat selama periode Idulfitri mencapai 143,9 juta orang.

Menurutnya, pemerintah telah mengatur distribusi mobilitas agar tidak terpusat pada satu waktu tertentu melalui rentang waktu libur yang lebih panjang serta fleksibilitas kerja bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Kita berusaha mengurangi tekanan dengan membuat rentang waktu libur lebih lebar. Termasuk pengaturan libur sekolah dan flexible working arrangement bagi ASN,” ujarnya.

Pratikno juga mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah, seperti Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Bali hingga Papua yang masih berpotensi mengalami curah hujan tinggi.

“Kita harus berusaha keras menjaga keamanan dan keselamatan jiwa adalah prioritas tertinggi. Mitigasi bencana harus dilakukan secara terintegrasi oleh seluruh pihak,” ucapnya.

Ia menambahkan, keselamatan perjalanan, khususnya pengendara sepeda motor, harus menjadi perhatian serius. Pengamanan jalur vital dinilai krusial guna memastikan pelayanan mudik berjalan aman, tertib, dan lancar. (GUA)