Umum

Kemenhaj Larang Jemaah Indonesia Lontar Jumrah Pukul 10.00–14.00 WAS Akibat Panas Ekstrem

331
×

Kemenhaj Larang Jemaah Indonesia Lontar Jumrah Pukul 10.00–14.00 WAS Akibat Panas Ekstrem

Sebarkan artikel ini

JATIMHEBAT.COM – Kementerian Haji dan Umrah RI mengeluarkan imbauan kepada jemaah Indonesia agar tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi (WAS). Kebijakan tersebut diterapkan karena suhu siang hari di kawasan Mina mencapai 41 derajat Celcius.

Juru Bicara Kementerian Haji, Maria Assegaff, mengatakan larangan sementara itu diberlakukan demi menjaga keselamatan jiwa jemaah selama menjalani rangkaian ibadah haji di Armuzna.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Jemaah Indonesia yang akan menuju Jamarat kami imbau tidak melaksanakan lontar jumrah pukul 10.00 hingga 14.00 WAS,” kata Maria dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Kemenhaj, Kamis (28/5/2026).

Menurut Maria, pada jam-jam tersebut cuaca di Mina sangat panas dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan seperti dehidrasi berat hingga heatstroke. Karena itu, jemaah diminta tetap berada di tenda atau maktab masing-masing selama periode tersebut.

Selain faktor cuaca, pengaturan waktu juga dilakukan untuk menghindari kepadatan arus jemaah menuju Jamarat. Kemenhaj meminta seluruh jemaah mematuhi jadwal dan arahan petugas di lapangan agar proses ibadah berjalan aman dan tertib.

“Para jemaah harus tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” ujarnya.

Maria menilai kedisiplinan jemaah dalam mengikuti jadwal menjadi faktor penting untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan selama fase Armuzna berlangsung.

Kemenhaj juga mengarahkan jemaah Indonesia menggunakan Jalur 2 atau Jalur Atas menuju Jamarat. Jalur tersebut ditetapkan sebagai rute resmi guna mengurangi potensi penumpukan massa.

Selain itu, jemaah diimbau memperbanyak konsumsi air putih, makan tepat waktu, serta menggunakan pelindung kepala saat beraktivitas di luar tenda. Aktivitas fisik yang tidak mendesak juga diminta untuk dibatasi selama cuaca panas ekstrem berlangsung.

READ  Satpol PP Surabaya Intensifkan Patroli Cegah Bahaya Benang Layangan di Jalan Raya

Perhatian khusus diberikan kepada kelompok lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi. Ketua rombongan dan sesama jemaah diminta aktif memberikan pendampingan agar kondisi kesehatan mereka tetap terjaga.

Maria memastikan seluruh layanan haji, mulai transportasi, konsumsi, akomodasi, kesehatan hingga bimbingan ibadah tetap berjalan optimal selama pelaksanaan Armuzna.

“Seluruh layanan dipastikan tetap berjalan optimal hingga seluruh rangkaian Armuzna selesai,” pungkasnya. (GHS)