Umum

MotoGP Mandalika 2026, Telkom Siapkan Jaringan Internet Berkapasitas 600 Gbps

287
×

MotoGP Mandalika 2026, Telkom Siapkan Jaringan Internet Berkapasitas 600 Gbps

Sebarkan artikel ini
Tim InfraNexia melakukan pengecekan dan memastikan kesiapan infrastruktur jaringan di kawasan Sirkuit Mandalika untuk mendukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 (8/10).

JATIMHEBAT.COM – Kesadaran masyarakat di kota-kota penyangga Jawa Timur untuk beralih ke kendaraan listrik yang hemat biaya operasional dan perawatan kini meningkat pesat. Kondisi ekonomi membuat konsumen kian pragmatis dalam memperhitungkan total biaya kepemilikan kendaraan, tidak hanya harga beli di awal.

Merespons dinamika tersebut, Haka Auto berekspansi secara agresif dengan menghadirkan jaringan diler standar global BYD di Madiun, Gresik, Mojokerto, hingga Banyuwangi. Wilayah-wilayah penyangga ini kini menjadi motor penggerak utama pasar otomotif hijau di Jawa Timur setelah Surabaya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

GM Operation Central Area Haka Auto, Chitra Ortho Prayundityo, menilai pergeseran pola pikir masyarakat menjadi alasan utama ekspansi ini.

“Masyarakat kini tidak hanya bertanya berapa harga mobilnya, tetapi juga berapa biaya operasional setelah memilikinya,” ujar Chitra.

Lonjakan minat pasar ini berpadu dengan hadirnya lini produk BYD rakitan lokal Subang seperti BYD Atto 1, BYD M6 EV, dan BYD M6 DM yang memadukan teknologi canggih dengan harga terjangkau. Lonjakan harga BBM konvensional juga menjadi pemicu utama masyarakat beralih ke kendaraan listrik demi menekan pengeluaran bulanan.

Branch Manager BYD Haka Mojokerto, Joseptian Felix, menyebut produk BYD sangat relevan dengan kebutuhan efisiensi masyarakat.

“Lini kendaraan BYD berhasil memadukan teknologi terbaik dengan rentang harga yang lebih terjangkau bagi konsumen,” kata Joseptian.

Selain efisiensi biaya, kemudahan akses purnajual menjadi faktor krusial. Kehadiran diler berkonsep 3S (Sales, Service, Spare Parts) di Jalan Letjen S Parman Banyuwangi menjawab kekhawatiran masyarakat di ujung timur Pulau Jawa yang kini berkembang pesat sebagai pusat investasi baru.

Branch Manager BYD Haka Banyuwangi, Bagus Tilam, menekankan pentingnya kepastian fasilitas servis di daerah.

READ  Pertamina Perkuat Dukungan Energi untuk MotoGP Mandalika 2026

“Masyarakat tertarik dengan kendaraan listrik, tetapi pada akhirnya tetap ingin kepastian servisnya di mana,” ungkap Bagus.

Berdasarkan riset internal Haka Auto, keunggulan efisiensi jarak jauh sangat terasa pada perjalanan antar-kota. Perjalanan dari Surabaya ke Banyuwangi menggunakan mobil listrik BYD tercatat hanya menghabiskan biaya sekitar Rp150 ribu, jauh lebih hemat dibandingkan mobil konvensional.

Melalui dukungan fasilitas 3S, teknisi tersertifikasi, dan ketersediaan suku cadang asli di setiap diler, konsumen di daerah kini tak perlu lagi jauh-jauh ke Surabaya untuk membeli maupun merawat kendaraan listrik mereka.

“Kehadiran diler di kota penyangga memberikan kepastian perawatan berkala dan suku cadang asli langsung di lokasi,” pungkas Chitra. (STR)