PemerintahanPendidikanUmum

PJJ Dikaji Ulang, Sekolah Tatap Muka Masih Jadi Andalan

328
×

PJJ Dikaji Ulang, Sekolah Tatap Muka Masih Jadi Andalan

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Surabaya–Sidoarjo), Reni Astuti. (Foto : Dok.Komisi X DPR RI Fraksi PKS)

JATIMHEBAT.COM – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I (Surabaya–Sidoarjo), Reni Astuti, menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam merumuskan kebijakan di sektor pendidikan. Ia menilai setiap keputusan harus melalui kajian komprehensif agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi peserta didik.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas wacana penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sempat menjadi perhatian publik. Reni mengingatkan, kebijakan pendidikan tidak boleh diambil secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Ia pun menyambut baik langkah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang membatalkan rencana tersebut. Menurutnya, hingga saat ini pembelajaran tatap muka masih menjadi metode paling efektif dalam mendukung proses belajar mengajar.

“Interaksi langsung antara guru dan siswa memiliki peran penting, tidak hanya dalam penyampaian materi, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan perkembangan sosial anak,” ujarnya.

Reni menambahkan, pengalaman belajar secara langsung memberikan manfaat yang lebih menyeluruh bagi siswa, baik dari sisi akademik maupun non-akademik. Oleh karena itu, sekolah tatap muka dinilai tetap menjadi pilihan utama saat ini.

Meski demikian, ia tidak menutup pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan. Namun, inovasi tersebut harus diterapkan secara terukur serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, hingga pakar pendidikan.

Lebih lanjut, Reni berharap setiap kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan nasional dan kepentingan terbaik bagi generasi muda.

“Pendidikan memiliki tujuan besar untuk mencetak generasi unggul. Maka kebijakan yang diambil harus matang dan berorientasi jangka panjang,” katanya.

Di sisi lain, terkait upaya penghematan energi yang tengah menjadi isu nasional, Reni mendorong pemerintah agar bijak dalam menentukan sektor yang dapat menerapkan kebijakan work from home (WFH). Ia menekankan agar kebijakan tersebut tidak mengganggu sektor-sektor krusial, termasuk kegiatan pendidikan. (XME)

READ  Teatrikal Kolosal Surabaya Merah Putih Kobarkan Semangat Perobekan Bendera di Hotel Majapahit