Umum

Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Jalur Reguler: Tidak Ada Kuota Khusus!

353
×

Polri Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Hanya Jalur Reguler: Tidak Ada Kuota Khusus!

Sebarkan artikel ini
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menyampaikan keterangan pers (Foto: Dokumentasi/Humas Polri)

JATIMHEBAT.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) secara resmi mengumumkan bahwa proses rekrutmen Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun anggaran 2026 sepenuhnya dilakukan melalui jalur reguler. Kebijakan ini diambil untuk memastikan transparansi dan menutup celah adanya “jalur belakang” atau kuota khusus dalam seleksi calon perwira.

Komitmen Transparansi dan Anti-Calo
Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa integritas menjadi harga mati dalam proses seleksi tahun ini. Beliau menghimbau agar masyarakat waspada terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Rekrutmen Akpol hanya melalui jalur reguler tanpa adanya kuota khusus. Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tertentu,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Selasa (7/4/2026).

Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi praktik percaloan dan penipuan yang kerap muncul saat musim rekrutmen. Polri mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengawasi jalannya seleksi.

Jalur Pelaporan Kecurangan
Jika ditemukan indikasi kecurangan, masyarakat diminta untuk tidak ragu melaporkannya. Polri telah menyiapkan beberapa kanal pengaduan resmi:

1. Divisi Propam Polri (untuk pelanggaran internal).

2. Hotline Rekrutmen Polri.

3. Bareskrim Polri.

4. Kantor Kepolisian Setempat.

Pihak kepolisian memastikan akan ada konsekuensi hukum yang berat bagi siapa pun yang bermain-main dalam proses ini. “Jika melibatkan personel akan diproses Propam, sedangkan pihak sipil akan diproses hukum,” tegasnya.

Investasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045
Rekrutmen Akpol bukan sekadar pengisian formasi, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak pimpinan Polri dalam 25 hingga 30 tahun ke depan. Oleh karena itu, Polri juga terus melakukan evaluasi mendalam terhadap kurikulum pendidikan dengan fokus:

READ  Korlantas Polri Bekukan Sementara Penggunaan Sirene Pejabat

1. Penguatan Nilai Kepribadian: Membentuk karakter perwira yang berintegritas.

2. Penghapusan Kekerasan: Menghilangkan praktik kekerasan dalam relasi pendidikan di lingkungan Akpol.

3. Pendekatan Humanis: Menekankan kultur polisi sipil yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) sesuai semangat reformasi 1998.

Dengan proses seleksi yang bersih, transparan, dan akuntabel, Polri optimis dapat membangun SDM unggul demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (NPJ)