EkonomiUmum

Kelola Laut Berkelanjutan, Banyuwangi Jadi Rujukan Negara-negara ASEAN

293
×

Kelola Laut Berkelanjutan, Banyuwangi Jadi Rujukan Negara-negara ASEAN

Sebarkan artikel ini

JATIMHEBAT.COM – Kabupaten Banyuwangi akan menjadi tuan rumah pembelajaran praktik pengembangan ekonomi biru bagi delegasi dari negara-negara ASEAN dan sejumlah negara mitra dalam forum internasional ASEAN-ID Blue yang digelar pada 17–18 Juli 2026. Daerah berjuluk Sunrise of Java itu dipilih karena dinilai berhasil mengelola sumber daya kelautan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat.

Forum tersebut diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT). Kegiatan ini akan dihadiri perwakilan negara-negara anggota ASEAN, negara-negara East Asia Summit (EAS), serta anggota Pacific Islands Forum (PIF).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri, Adhyanti Sardanarini Wirajuda, mengatakan ASEAN-ID Blue menjadi wadah bagi negara-negara peserta untuk bertukar pengalaman dalam mengembangkan konsep ekonomi biru yang berkelanjutan. Selain mengikuti forum diskusi, para delegasi juga akan melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung praktik pengelolaan sumber daya kelautan dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Banyuwangi.

“Forum ini akan menjadi wadah berbagi pengalaman antara negara-negara ASEAN dan negara mitra. Para peserta dapat saling belajar untuk memperkaya praktik ekonomi biru di masing-masing negara,” kata Adhyanti, Senin (13/7/2026).

Menurut Adhyanti, Banyuwangi dipilih karena mampu memadukan upaya konservasi laut dengan penguatan ekonomi masyarakat. Berbagai program di sektor perikanan, pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pemberdayaan masyarakat pesisir dinilai menjadi contoh implementasi ekonomi biru yang layak direplikasi di berbagai negara.

Dalam forum tersebut, para peserta akan membahas sejumlah isu strategis, mulai dari konservasi laut, pengelolaan sumber daya kelautan, penguatan rantai nilai sektor perikanan, pemberdayaan pelaku usaha perikanan, hingga pengembangan UMKM dan koperasi berbasis ekonomi kelautan.

READ  Ipuk Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Demi Kebijakan yang Tepat Sasaran

Selain sesi diskusi, para delegasi dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi di Banyuwangi untuk menyaksikan secara langsung implementasi berbagai program ekonomi biru yang telah berjalan.

“Praktik pengembangan ekonomi biru di Banyuwangi ingin kami bagikan kepada negara-negara ASEAN dan mitra. Peserta juga akan melihat langsung bagaimana pelestarian laut berjalan seiring dengan pengembangan budaya, pariwisata, dan ekonomi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik penyelenggaraan ASEAN-ID Blue di Banyuwangi. Menurutnya, forum internasional tersebut menjadi momentum penting bagi daerah untuk memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai negara sekaligus menyerap pengalaman dan inovasi dalam pengembangan ekonomi berbasis kelautan yang berkelanjutan.

Ipuk berharap kehadiran para delegasi dari berbagai negara tidak hanya memperkuat kolaborasi internasional, tetapi juga semakin memperkenalkan Banyuwangi sebagai daerah yang berhasil mengembangkan ekonomi biru dengan mengedepankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (JMA)