Umum

Gandrung Sewu 2026 Usung Tema Kembang Dermo, Perpaduan Tari Tradisional dan Teknologi

228
×

Gandrung Sewu 2026 Usung Tema Kembang Dermo, Perpaduan Tari Tradisional dan Teknologi

Sebarkan artikel ini
Penampilan ribuan enari Gandrung pada Gandrung Sewu 2026

JATIMHEBAT.COM – Sebanyak 1.300 penari tampil gemerlap dalam pagelaran Gandrung Sewu 2026 di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, Sabtu (24/10/2026). Untuk pertama kalinya digelar pada malam hari, pertunjukan tari kolosal bertema Kembang Dermo tersebut memadukan seni tradisional, kostum berpendar, dan permainan cahaya yang memukau puluhan ribu penonton.

Mengusung konsep Glow in the Dark, Gandrung Sewu tahun ini menghadirkan pengalaman berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya. Para penari dari Banyuwangi dan berbagai daerah di Indonesia tampil dengan gerakan dinamis, iringan musik tradisional, serta tata cahaya yang memperkuat suasana teatrikal di tepi pantai.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Efek visual yang memikat terlihat dari perlengkapan para penari, mulai dari omprog atau mahkota khas Gandrung, sampur atau selendang, hingga kipas yang dirancang untuk memantulkan cahaya. Penggunaan bahan fosfor pada riasan tubuh dan busana semakin mempertegas kesan berpendar saat para penari bergerak di bawah sorotan lampu.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, inovasi tersebut menjadi upaya menghadirkan seni tradisi dalam kemasan yang lebih menarik bagi generasi muda, tanpa meninggalkan identitas budaya daerah.

“Ini pertama kalinya kita menyaksikan pertunjukan Gandrung Sewu yang berbeda dari biasanya. Di mana pertunjukan tradisional berpadu indah dengan teknologi. Ini bukti tradisi tidak harus berhenti dalam bentuk yang diwariskan, namun dapat hadir dalam bentuk baru yang memikat bagi generasi muda. Karena budaya yang hidup adalah budaya yang dirawat, dicintai, dan diberi ruang untuk berkembang,” ujar Ipuk saat membuka Gandrung Sewu 2026.

Rangkaian pertunjukan dibuka dengan teatrikal Meras Gandrung, yang menggambarkan ritual adat dalam proses kelulusan penari Gandrung profesional. Adegan tersebut menjadi pengantar untuk menampilkan kekayaan tradisi dan perjalanan seni Gandrung sebagai salah satu identitas budaya Banyuwangi.

READ  Banyuwangi Wajibkan Dapur Program Makan Bergizi Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Kemegahan acara semakin terasa ketika pertunjukan drone fireworks menghiasi langit Pantai Marina Boom. Ratusan titik cahaya bergerak membentuk beragam visual, mulai dari sosok Gandrung, Gunung Ijen, hingga simbol-simbol yang merepresentasikan Banyuwangi.

Ipuk mengapresiasi dukungan InJourney dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu tahun ini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para penari, pelatih, seniman, budayawan, serta seluruh pihak yang berkontribusi menyukseskan pagelaran tersebut.

“Terima kasih atas dukungan InJourney, yang telah mendukung Banyuwangi sehingga Gandrung Sewu bisa tampil dengan berbeda. Juga kepada penari, pelatih dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Gandrung Sewu tahun ini,” kata Ipuk.

Direktur Utama InJourney Maya Watono menilai kekayaan budaya Banyuwangi memiliki potensi besar untuk diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Lewat kolaborasi di event ini, kami ingin menarasikan Banyuwangi ini di mata Indonesia dan dunia. Saya rasa pertunjukan malam ini luar biasa,” ujar Maya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memadati Pantai Marina Boom untuk menyaksikan Gandrung Sewu. Menurutnya, penyelenggaraan pada malam hari memberikan pengalaman baru sekaligus memperkuat daya tarik pertunjukan budaya tersebut.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Masruroh, mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, InJourney, dan komunitas pariwisata dalam menghadirkan pertunjukan tersebut.

Menurut Masruroh, menjaga konsistensi penyelenggaraan sebuah pertunjukan budaya selama belasan tahun bukanlah perkara mudah. Keberlanjutan Gandrung Sewu menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam merawat warisan budaya sekaligus mempertahankan daya tarik pariwisata daerah.

“Usaha bersama ini membuat Gandrung Sewu kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nasional untuk yang kelima kalinya,” kata Masruroh.

Pagelaran Gandrung Sewu 2026 ditutup dengan penampilan musisi Kunto Aji dan grup musik Project Pop. Sebelum pertunjukan dimulai, Kunto Aji turut membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

READ  Ritual Kebo-keboan Alasmalang Banyuwangi Sedot Ribuan Pengunjung

Melalui perpaduan tari tradisional, teknologi pencahayaan, dan pertunjukan musik, Gandrung Sewu 2026 kembali menegaskan posisi Banyuwangi sebagai daerah yang konsisten mengembangkan potensi seni dan budaya. Inovasi konsep malam hari diharapkan semakin mendekatkan tradisi Gandrung kepada generasi muda sekaligus memperkuat daya tarik Banyuwangi sebagai destinasi wisata budaya. (VIY)