PendidikanUmum

Unitomo Kembangkan KarirPedia Berbasis AI, Penghubung Lulusan Perguruan Tinggi dengan Dunia Usaha dan Industri

315
×

Unitomo Kembangkan KarirPedia Berbasis AI, Penghubung Lulusan Perguruan Tinggi dengan Dunia Usaha dan Industri

Sebarkan artikel ini
Tim peneliti Universitas Dr. Soetomo menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Dr. Yovan Iristian, S.H., M.H., atas kontribusinya sebagai narasumber dalam FGD penelitian RIIM BRIN Karirpedia

JATIMHEBAT.COM – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) terus mengembangkan KarirPedia, platform berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk membantu menjembatani kesenjangan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Pengembangan inovasi ini didukung pendanaan melalui skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi, yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Sebagai bagian dari penelitian tahun kedua, tim peneliti Unitomo menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) I bertema “Validasi Teknis dan Pengujian Prototipe AI Career Development Center (AI-CDC)” pada 30–31 Oktober 2026 di Ruang Soemantri, Gedung A, Universitas Dr. Soetomo, Surabaya.

Penelitian yang dipimpin Dr. Meithiana Indrasari, S.T., S.M., M.M. ini mengangkat judul “Integrasi Manajemen Sumber Daya Manusia dan AI-Based Career Readiness Model dalam Optimalisasi Sebaran Lulusan Perguruan Tinggi pada Dunia Usaha dan Dunia Industri.” KarirPedia dikembangkan bukan sekadar sebagai portal informasi lowongan kerja, tetapi sebagai sistem pendukung kesiapan karier.

Melalui rancangan fitur analisis CV, simulasi wawancara berbasis AI, pemetaan kesenjangan keterampilan (skill gap), dan rekomendasi kecocokan pekerjaan (job matching), platform ini diarahkan untuk membantu mahasiswa dan lulusan memahami kompetensi yang telah dimiliki serta keterampilan yang masih perlu dikembangkan.
“Orientasi penelitian kami adalah menghadirkan sistem yang dapat dimanfaatkan secara nyata.

Lulusan perlu mengetahui kesiapan dirinya, perguruan tinggi membutuhkan informasi tentang kesenjangan kompetensi, sementara dunia industri memerlukan calon tenaga kerja dengan keterampilan yang relevan,” jelas Meithiana.

Menurutnya, KarirPedia diharapkan menjadi penghubung berbasis data antara ketiga kebutuhan tersebut. Hasil asesmen nantinya tidak hanya bermanfaat bagi pencari kerja, tetapi juga berpotensi menjadi masukan bagi perguruan tinggi dalam penguatan kurikulum, layanan pusat karier, pelatihan, dan kerja sama industri.

READ  Sinergi Bea Cukai dan Bareskrim Polri Bongkar Laboratorium Sabu Jaringan Iran di Jakarta Utara

Lima Perspektif untuk Mematangkan Implementasi KarirPedia
FGD menghadirkan lima narasumber dari unsur praktisi koperasi, penjaminan mutu pendidikan tinggi, hukum, pengembangan talenta digital, dan komunikasi digital.
Muhaimin Nur Rizqi, S.E., Manager Koperasi Desa Merah Putih Blongsong, Kecamatan Baureno, memberikan perspektif kebutuhan kompetensi dan peluang kerja dalam pengembangan ekonomi desa. Perspektif praktisi ini menjadi penting agar KarirPedia tidak hanya diarahkan pada kebutuhan perusahaan besar, tetapi juga dapat mempertimbangkan peluang kerja dan pengembangan usaha pada sektor koperasi serta ekonomi lokal.

Dari perspektif penjaminan mutu, Dr. Muh Barid Nizarudin Wajdi, M.A., Ketua LPM STAI Miftahul Ula, menekankan bahwa kesiapan kerja tidak dapat dinilai hanya berdasarkan IPK atau satu skor hasil analisis AI. Indikator kesiapan karier perlu mencakup kompetensi teknis, portofolio, pengalaman magang dan proyek, kemampuan komunikasi, kerja sama, adaptasi, serta sikap dan etika kerja.

Ia juga merekomendasikan agar hasil penilaian ditampilkan berdasarkan masing-masing indikator, dapat dijelaskan kepada pengguna, melibatkan dosen atau konselor karier, serta divalidasi menggunakan data tracer study alumni. Dengan pendekatan tersebut, KarirPedia berpotensi menjadi instrumen pendukung penjaminan mutu perguruan tinggi, bukan sekadar alat penilaian individu.

Aspek hukum dan keamanan menjadi perhatian Dr. Yovan Iristian, S.H., M.H., Perancang Peraturan Perundang-undangan dari Kementerian Hukum RI. Ia menggarisbawahi pentingnya kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, kejelasan dasar pemrosesan data, keamanan sistem, transparansi algoritma, akuntabilitas, serta pencegahan bias dan diskriminasi dalam rekomendasi karier. Rekomendasi praktisnya meliputi penyusunan prosedur pengelolaan dan akses data, pengujian keamanan, evaluasi keadilan algoritma, serta audit berkala sebelum sistem diterapkan lebih luas.

Sementara itu, Bagus Winarko, S.Kom., M.T., Kepala Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Surabaya, Kementerian Komunikasi dan Digital, memberikan perspektif pengembangan kompetensi digital dan AI yang relevan dengan transformasi dunia kerja. Perspektif tersebut memperkuat arah pengembangan KarirPedia agar hasil pemetaan kesenjangan kompetensi dapat ditindaklanjuti melalui rekomendasi peningkatan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) sesuai kebutuhan pengguna dan perkembangan industri.

READ  Tarif Trump 19%: Ekspor Indonesia Belum Terdampak Signifikan, Negosiasi Terus Dikejar.

Dari sisi komunikasi digital, Dr. Anam Miftakhul Huda, S.I.Kom., M.I.Kom., Koordinator Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya, menyoroti pentingnya pengalaman pengguna (user experience) dalam keberhasilan implementasi KarirPedia. Menurut materi yang disampaikan, platform perlu memiliki tampilan yang mudah digunakan, informasi yang jelas dan konsisten, rekomendasi yang dapat diverifikasi, transparansi pemanfaatan AI, serta dukungan manusia ketika pengguna membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Pengujian dan evaluasi berkelanjutan diperlukan agar teknologi yang dikembangkan benar-benar mudah dipahami, dipercaya, dan dimanfaatkan oleh mahasiswa maupun lulusan.

Melalui penelitian RIIM BRIN–LPDP, Unitomo berharap KarirPedia dapat berkembang menjadi inovasi yang memberikan kontribusi praktis bagi peningkatan kesiapan kerja lulusan, pengurangan kesenjangan kompetensi, dan penguatan hubungan antara pendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja. (RQC)