Umum

UNUSA Gelar Edukasi dan Pengenalan Kudapan Sehat di Pesantren, Cegah Diabetes Sejak Dini

350
×

UNUSA Gelar Edukasi dan Pengenalan Kudapan Sehat di Pesantren, Cegah Diabetes Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

JATIMHEBAT.COM – Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA) menggelar program pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Al-Hikam, Bangkalan, Sabtu (3/5/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran santri akan bahaya diabetes dan memperkenalkan alternatif camilan sehat sebagai upaya preventif.

Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 11,7% pada penduduk usia di atas 15 tahun, meningkat dari 10,9% pada tahun 2018. Hal ini menjadikan Indonesia berada di peringkat kelima dunia sebagai negara dengan penderita diabetes terbanyak.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Dosen FK UNUSA, Dr. dr. Ardyarini Dyah Savitri, Sp.PD., menjelaskan bahwa peningkatan kasus diabetes disebabkan oleh berbagai faktor, terutama perubahan gaya hidup.

“Perubahan gaya hidup, termasuk di kalangan muda, yang gemar mengonsumsi makanan cepat saji dan jajanan tinggi gula, menjadi faktor risiko utama. Santri di pesantren pun tidak luput dari risiko ini,” ujar dr. Ardyarini.

Ia menambahkan, kebiasaan mengonsumsi jajanan manis serta pola makan yang belum seimbang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di usia muda.

Sebagai solusi, FK UNUSA memperkenalkan ubi jalar sebagai bahan dasar camilan sehat. Ubi jalar dipilih karena banyak tumbuh di lingkungan pesantren dan memiliki kandungan indeks glikemik yang rendah serta tinggi serat.

“Serat pada ubi jalar membantu memperlambat pengosongan lambung, sehingga dapat menunda timbulnya rasa lapar lebih lama. Ini sangat baik untuk mengontrol kadar gula darah,” jelas dr. Ardyarini.

Dalam kegiatan yang dihadiri 51 santri ini, para peserta tampak antusias mengikuti penyuluhan dan demonstrasi pengolahan ubi jalar menjadi kudapan yang lezat dan bergizi.

Program ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber pangan alami di sekitar pesantren. Harapannya, kegiatan ini dapat menciptakan kesadaran santri akan pentingnya gaya hidup sehat dan menjadi model pembinaan kesehatan di lingkungan pondok pesantren.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal untuk mencegah penyakit, terutama diabetes, sejak dini di kalangan santri,” tutup dr. Ardyarini (RQB)

READ  Menunggu Uji ESDM, Sumur Warga yang Keluarkan Cairan Mirip Minyak Ditutup Sementara