PemerintahanUmum

BGN Aktifkan Ratusan SPPG di Indonesia Timur, Layanan MBG Tembus 27.022 Dapur

260
×

BGN Aktifkan Ratusan SPPG di Indonesia Timur, Layanan MBG Tembus 27.022 Dapur

Sebarkan artikel ini

JATIMHEBAT.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengaktifkan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi Indonesia bagian timur. Penambahan ini membuat total dapur SPPG yang beroperasi aktif di seluruh Indonesia kini menembus 27.022 unit.

Aktivasi ratusan dapur gizi baru ini diprioritaskan untuk menjangkau Wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), terutama daerah dengan tingkat stunting atau tengkes yang masih tergolong tinggi. Langkah strategis ini sekaligus menandai berlanjutnya pembukaan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah sebelumnya sempat melalui masa moratorium.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa fokus awal aktivasi difokuskan pada wilayah timur guna memastikan anak-anak di daerah terpencil mendapatkan akses gizi yang merata dan berkualitas.

“Kami telah memutuskan untuk melaksanakan aktivasi dapur SPPG yang siap beroperasi di wilayah 3T, khususnya di daerah yang angka stunting-nya tinggi dan tinggi sekali, yang kita mulai dari wilayah Timur Indonesia,” ujar Sudaryono, Minggu (4/10/2026).

Sebaran 480 Dapur SPPG di 16 Provinsi Indonesia Timur

Pengaktifan 480 unit SPPG ini tersebar secara merata di 16 provinsi, meliputi wilayah Papua, Maluku, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara:

1. Wilayah Papua: Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua, Papua Barat Daya, dan Papua Barat.

2. Wilayah Maluku: Maluku dan Maluku Utara.

3. Wilayah Sulawesi: Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

4. Wilayah Nusa Tenggara: Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Proses aktivasi dilakukan secara langsung oleh jajaran BGN di masing-masing provinsi untuk memastikan kesiapan fasilitas dan distribusi makanan bergizi bagi penerima manfaat.

BGN Bersiap Ekspansi ke Kalimantan, Bali, dan Sumatra

READ  Polda Jatim Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak, Ayah Kandung Jadi Tersangka

Pihak BGN menyampaikan bahwa perluasan jaringan dapur gizi tidak berhenti di wilayah timur saja. Langkah ini merupakan respons nyata atas tingginya aspirasi serta masukan dari masyarakat, pihak sekolah, mitra kerja, hingga para kader di lapangan.

Setelah penjangkauan di Indonesia timur berjalan optimal, BGN menjadwalkan tahap perluasan berikutnya yang mencakup sejumlah wilayah strategis lain seperti Kalimantan, Bali, dan Sumatra.

Melalui penambahan secara bertahap dan berkelanjutan, BGN menargetkan program pemenuhan gizi nasional ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan di berbagai penjuru tanah air. (TBO)