PemerintahanUmum

KemenPPPA Dorong Kebun Pangan Perempuan di Banyuwangi, Perkuat Ekonomi Keluarga

348
×

KemenPPPA Dorong Kebun Pangan Perempuan di Banyuwangi, Perkuat Ekonomi Keluarga

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Pemberdayaa Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan (Foto: Humas Kementerian PPPA)

JATIMHEBAT.COM – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mendorong penguatan akses perempuan terhadap lahan produktif melalui program Kebun Pangan Perempuan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Wakil Menteri PPPA Veronica Tan menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam Festival 11 Tahun Hikayat Bambu di Banyuwangi, Sabtu (10/10/2026). Menurutnya, akses terhadap lahan produktif dapat membuka peluang bagi perempuan untuk memperoleh penghasilan mandiri dari hasil pertanian yang dikelola sendiri.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Ketika ibu-ibu memiliki akses terhadap lahan, mereka bisa mendapatkan penghasilan dari hasil yang dikelola sendiri. Karena itu, Kebun Pangan Perempuan menjadi salah satu program yang bisa kita dorong bersama pemerintah daerah,” kata Veronica.

Ia menjelaskan, pengembangan Kebun Pangan Perempuan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta potensi lokal. Dukungan pemerintah tidak hanya berupa akses lahan, tetapi juga pendampingan pertanian dan perluasan peluang usaha agar perempuan dapat mengembangkan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.

Salah satu aspirasi masyarakat Papring yang menjadi perhatian adalah akses pengelolaan lahan bagi perempuan petani, termasuk petani jagung. Menanggapi hal tersebut, KemenPPPA akan menjajaki kolaborasi dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait.

“Kita perlu duduk bersama untuk mendengarkan apa yang dibutuhkan masyarakat dan mencari solusi yang bisa segera dilaksanakan. Pemerintah perlu hadir untuk membuka akses dan menghubungkan mereka dengan pihak-pihak yang bisa mendukung,” ujarnya.

Selain sektor pertanian, Veronica melihat potensi kerajinan bambu, Batara Batik Papring, dan kuliner tradisional sebagai peluang untuk memperluas usaha perempuan. Pengembangan berbagai potensi tersebut juga diharapkan mendorong pemanfaatan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

READ  Tingkatkan Mutu Pendidikan, Kabupaten Malang Tetapkan 17 Sekolah Unggulan SD dan SMP

“Kerajinan bambu, Batara Batik Papring, dan kuliner tradisional dapat dikembangkan untuk memperluas peluang usaha perempuan. Potensi lokal juga diharapkan mendukung pemanfaatan pangan bagi keluarga,” ujar Veronica Tan.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mendukung pengembangan Papring sebagai destinasi wisata berbasis potensi lokal. Rencana pengembangan kawasan tersebut mencakup penyediaan ruang terbuka, panggung kegiatan, serta pasar untuk memperkenalkan produk dan atraksi budaya masyarakat.

“Kami melihat Papring memiliki potensi lokal yang luar biasa, terutama bambu dan beragam produk masyarakat. Kami ingin setiap tempat menjadi destinasi dan setiap kegiatan menjadi atraksi, sehingga potensi lokal dapat berkembang dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” kata Mujiono.

Di bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan di Papring juga dilakukan melalui Sekolah Keaksaraan Perempuan Desa yang dikembangkan Kampoeng Batara. Program tersebut telah meluluskan lebih dari 500 ibu rumah tangga yang sebelumnya mengalami buta aksara.

Peluncuran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) NUN dan Sekolah Keaksaraan Usaha Mandiri diharapkan semakin memperluas akses pendidikan bagi perempuan. Selain meningkatkan kemampuan literasi, program ini juga diarahkan untuk mendukung keterampilan usaha dan kemandirian ekonomi.

Melalui penguatan akses lahan produktif, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, serta perluasan kesempatan pendidikan, perempuan di Papring diharapkan memiliki lebih banyak peluang untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar potensi lokal dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan. (EBN)