JATIMHEBAT.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendorong 16 sekolah penerima penghargaan Adiwiyata Kabupaten Sidoarjo 2026 menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan dan pengelolaan sampah sejak dini. Upaya ini dilakukan untuk menanamkan perilaku hidup bersih sekaligus membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membiasakan siswa menjaga kebersihan, memilah sampah, dan merawat lingkungan sekolah. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar dilakukan ketika ada kegiatan tertentu.
” Sekolah ini punya peran penting bagaimana anak-anak kita dibiasakan menjaga kebersihan, mengelola sampah, dan merawat lingkungan supaya menjadi lingkungan yang asri,” ujar Subandi dalam keterangan yang diterima, Minggu (18/10/2026).
Subandi juga mengajak pemerintah, pihak sekolah, dan seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama secara konsisten dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sekolah yang telah meraih penghargaan Adiwiyata diharapkan tidak berhenti pada pencapaian tersebut, tetapi turut menyebarkan praktik baik kepada sekolah-sekolah lain di sekitarnya.
“Saya titip, mari dijaga betul. Sekolah yang sudah mendapatkan penghargaan ini harus terus meningkatkan kepeduliannya dan mengajak sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal yang sama. Kita jaga keindahan dan kebersihan lingkungan. Ini jihad bersama,” kata Subandi.
Sebanyak 16 sekolah jenjang SD dan SMP menerima penghargaan Adiwiyata Kabupaten Sidoarjo 2026. Sekolah tersebut meliputi MTsN 2 Sidoarjo, SMPIT Darul Fikri, SMPN 3 Sidoarjo, MINU KH Mukmin, SMPN 1 Candi, MTsN 3 Sidoarjo, SMPN 3 Krian, SDN Entalsewu, SMPN 2 Tulangan, SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh, SDN Punggul 2, SMPN 2 Waru, SSN Jenggot, SDN Keret, SMPN 2 Sidoarjo, dan SDN Sedati Agung.
Selain memperoleh piagam penghargaan, masing-masing sekolah menerima uang pembinaan sebesar Rp3 juta serta bantuan dua unit tempat sampah terpilah. Bantuan tersebut diharapkan mendukung upaya sekolah dalam mengembangkan kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara berkelanjutan.
Sekolah Kembangkan Inovasi Pengelolaan Sampah
Program Adiwiyata di Kabupaten Sidoarjo tidak hanya mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan asri, tetapi juga melahirkan berbagai inovasi pengelolaan sampah. Salah satunya diterapkan SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh yang mengolah sampah organik dan anorganik secara mandiri.
Koordinator Adiwiyata SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh, Deby Nur, menjelaskan bahwa sekolahnya memanfaatkan sampah plastik untuk diolah menjadi ecobrick yang digunakan sebagai hiasan sekaligus spot foto di lingkungan sekolah.
Sementara itu, sampah organik berupa sisa makanan siswa dimanfaatkan untuk budidaya maggot BSF (black soldier fly). Inovasi ini memungkinkan sampah makanan diolah menjadi sumber daya yang masih memiliki nilai guna.
“Maggot yang dihasilkan digunakan sebagai pakan ikan dan ayam yang kami ternak. Sisa media budidaya maggot atau kasgot juga dimanfaatkan kembali sebagai bahan alas ayam,” tutur Deby.
Penerapan konsep zero waste tersebut bertujuan mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA). Melalui pengolahan sampah secara mandiri, sekolah berupaya membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan sekaligus memberikan pembelajaran langsung kepada siswa.
Deby menambahkan, SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh kini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat nasional dengan pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo.
Upaya tersebut diharapkan menjadi contoh bagi satuan pendidikan lainnya untuk terus berinovasi dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Dengan keterlibatan aktif sekolah, Pemkab Sidoarjo optimistis budaya hidup bersih dan peduli lingkungan dapat tumbuh sejak dini serta meluas ke keluarga dan masyarakat. (XTZ)



