PemerintahanUmum

Pemerintah Siapkan Kontrak Baru, Impor LPG Dialihkan dari Timur Tengah

384
×

Pemerintah Siapkan Kontrak Baru, Impor LPG Dialihkan dari Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (kanan), menyampaikan laporan pada Sidang Kabinet Paripurna. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

JATIMHEBAT.COM – Pemerintah memastikan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) nasional tetap aman dengan mengalihkan sumber impor komoditas energi tersebut. Kebijakan ini dilakukan menyusul dinamika geopolitik global yang memengaruhi rantai pasok energi dunia.

Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengatakan sebagian impor LPG Indonesia sebelumnya berasal dari kawasan Timur Tengah. Namun kini pemerintah mulai mengalihkan sebagian sumber pasokan dari wilayah lain untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Impor LPG kita dari Timur Tengah mencapai 20 persen dari total 7,6 juta ton impor,” ujar Bahlil, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, sebagian besar impor LPG Indonesia saat ini berasal dari Amerika Serikat dengan porsi sekitar 70 hingga 75 persen dari total impor nasional.

Menurut Bahlil, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif dengan menjalin kontrak jangka panjang bersama sejumlah negara pemasok energi. Kebijakan ini diambil untuk memastikan ketersediaan pasokan LPG tetap terjaga di tengah ketidakpastian situasi global.

“Dengan kondisi sekarang, kita ambil kontrak jangka panjang dengan AS dan beberapa negara lain,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, pemerintah juga telah menjadwalkan kedatangan sejumlah kargo LPG tambahan. Bahkan pada akhir pekan ini direncanakan dua kargo LPG dari Australia akan tiba di Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga telah menjadwalkan kedatangan dua kargo LPG tambahan pada 28 Maret 2026, disusul satu kargo pada 4 April 2026 dan satu kargo lainnya pada 8 April 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga menjelang dan setelah Idulfitri 1447 Hijriah.

Bahlil juga memastikan bahwa pasokan solar nasional berada dalam kondisi aman karena kebutuhan komoditas tersebut sebagian besar telah dipenuhi dari produksi dalam negeri.

READ  Prabowo Fokus Wujudkan Akses Listrik Merata Hingga Desa 3T

Menurutnya, operasional proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan (RDMP) turut membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.

“Solar kita sudah aman dari dalam negeri. RDMP Balikpapan membantu kita mengurangi impor solar,” katanya.

Sementara itu, untuk pasokan minyak mentah, sekitar 20 persen impor Indonesia sebelumnya berasal dari kawasan Timur Tengah. Namun pemerintah kini juga menyiapkan alternatif pasokan dari sejumlah negara lain, terutama Amerika Serikat.

Bahlil mengakui waktu pengiriman minyak mentah dari Amerika Serikat relatif lebih lama dibandingkan dari Timur Tengah. Meski demikian, pemerintah telah mengantisipasi hal tersebut melalui kontrak jangka panjang dengan para pemasok. (NTZ)