Umum

Kemenhaj Optimalkan Layanan Konsumsi Haji dengan Jutaan Makanan Siap Santap

331
×

Kemenhaj Optimalkan Layanan Konsumsi Haji dengan Jutaan Makanan Siap Santap

Sebarkan artikel ini
Petugas PPIH menunjukkan paket makanan khusus untuk jemaah haji saat Armuzna. (Foto: MCH 2026).

JATIMHEBAT.COM – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyiapkan jutaan makanan siap santap atau ready to eat (RTE) bagi jemaah haji Indonesia menjelang fase pra-Armuzna hingga puncak Armuzna di Tanah Suci.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi mengatakan total kebutuhan RTE mencapai jutaan porsi untuk mendukung kelancaran konsumsi selama puncak ibadah haji.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Sebanyak 1.232.520 porsi dialokasikan untuk fase pra-Armuzna, sedangkan sisanya disiapkan untuk fase Armuzna. “Total RTE yang dibutuhkan mencapai 3.082.200 porsi,” ujar Jaenal di Makkah, Selasa, 20 Mei 2026.

Sebagian besar makanan siap santap tersebut disebut sudah tersedia di dapur dan siap didistribusikan ke hotel jemaah. Menu yang disiapkan tetap bercita rasa Indonesia dengan berbagai pilihan lauk dan nasi.

Beberapa menu yang tersedia antara lain nasi uduk, rendang, semur ayam, kari ayam, hingga gulai ayam. Setiap porsi dikemas praktis menggunakan pouch dengan isi nasi dan lauk masing-masing 150 gram.

“RTE ini sudah bisa langsung dibuka dan dimakan tanpa perlakuan tambahan. Petugas juga akan membantu menjelaskan cara konsumsi RTE kepada jemaah,” ujarnya.

Menurut Jaenal, jemaah haji biasanya menyukai makanan siap santap tersebut selama berada di Tanah Suci. Bahkan, sebagian jemaah membawa RTE sebagai oleh-oleh karena produk tersebut dapat bertahan hingga 18 bulan.

Distribusi RTE diharapkan membantu jemaah lansia dan disabilitas mendapatkan konsumsi praktis selama pelaksanaan ibadah haji. Pemerintah memastikan seluruh porsi tersedia tepat waktu pada fase kritis Armuzna.

Persiapan makanan siap santap itu menjadi bagian dari pelayanan haji 1447 Hijriah bagi jemaah Indonesia. Kehadiran RTE diharapkan mampu meminimalkan risiko kekurangan makanan selama puncak pelaksanaan ibadah haji. (MNC)

READ  1.135 Calon Jemaah Haji Reguler Gagal Berangkat karena Faktor Kesehatan, Menhu: Bisa Digantikan Keluarga