PemerintahanUmum

Flyover Gedangan Dirancang Enam Lajur, Sidoarjo Siapkan Infrastruktur untuk 30 Tahun

303
×

Flyover Gedangan Dirancang Enam Lajur, Sidoarjo Siapkan Infrastruktur untuk 30 Tahun

Sebarkan artikel ini
Rapat Koordinasi Pembahasan Kesepakatan ROW Pembangunan Flyover Gedangan yang digelar di Ops Room Kabupaten Sidoarjo (Foto: Diskominfo Sidoarjo)

JATIMHEBAT.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali menyepakati penerapan skema Right of Way (ROW) enam lajur dua arah dalam pembangunan Flyover Gedangan.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan infrastruktur transportasi yang mampu mengantisipasi pertumbuhan volume kendaraan sekaligus potensi kemacetan di jalur Sidoarjo–Surabaya hingga 30 tahun ke depan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Pembahasan skema ROW Flyover Gedangan dilakukan dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Kesepakatan ROW Pembangunan Flyover Gedangan di Ops Room Kabupaten Sidoarjo, Jumat (2/10/2026).

Rapat tersebut turut melibatkan jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya. Pelibatan sejumlah pihak tersebut diperlukan untuk memastikan pembangunan flyover dapat terintegrasi dengan jaringan jalan nasional maupun sistem transportasi perkeretaapian.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, perencanaan pembangunan Flyover Gedangan harus mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang. Menurutnya, pembangunan dengan empat lajur berpotensi mencapai titik jenuh lalu lintas dalam waktu sekitar 15 tahun.

Karena itu, skema enam lajur dipilih untuk memberikan kapasitas yang lebih besar sehingga infrastruktur tersebut diharapkan mampu melayani kebutuhan lalu lintas hingga tiga dekade mendatang.

“Kalau kita menggunakan enam lajur, harapannya, titik jenuh bisa teratasi sampai 30 tahun ke depan. Karena ini termasuk proyek nasional, harus dipertimbangkan untuk jangka panjangnya. Program nasional ini harus kita pikirkan untuk 30 tahun ke depan. Kalau DED sekarang sudah diputuskan, tinggal satu langkah lagi untuk menyelesaikannya,” ujar Subandi dalam keterangan tertulis.

Menurut Subandi, kepastian terhadap desain dan Detail Engineering Design (DED) menjadi penting agar pembangunan Flyover Gedangan dapat segera memasuki tahapan berikutnya.

Dukungan terhadap rencana tersebut juga disampaikan PT KAI. Namun, perusahaan meminta adanya kepastian terkait tata ruang teknis, khususnya skema ROW enam lajur dua arah yang bersinggungan dengan ruang milik perkeretaapian.

READ  Bahlil: Sumur Minyak Menua, Indonesia Kini Bergantung pada Impor Minyak

“PT KAI memerlukan kepastian mengenai skema ROW enam lajur dua arah agar dapat menyesuaikan kebutuhan teknis dan ruang milik perkeretaapian,” kata perwakilan PT KAI, Donny.

Selain kapasitas jalan, aspek keselamatan perkeretaapian menjadi salah satu perhatian dalam desain Flyover Gedangan. Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, mengingatkan agar desain flyover memperhatikan pengembangan Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang saat ini berjalan.

Menurut Denny, batas ketinggian ruang milik jalan (rumija) dan ruang manfaat jalan (rumaja) harus diperhitungkan secara cermat. Hal tersebut untuk memastikan keberadaan flyover tidak mengganggu perjalanan kereta api maupun akses menuju Stasiun Gedangan.

“Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah batas ketinggian ruang milik jalan (rumija) dan ruang manfaat jalan (rumaja). Jangan sampai nantinya mengganggu arus kereta api serta akses menuju Stasiun Gedangan. Ketinggian ini harus menjadi pertimbangan dalam desain,” kata Denny.

Ia juga menekankan pentingnya rekayasa lalu lintas di sekitar emplasemen Stasiun Gedangan, termasuk penanganan perlintasan sebidang.

“Perlu ada rekayasa lalu lintas dan penanganan perlintasan. Kami tidak mungkin menggeser stasiun sebab akan mengubah geometri,” ujarnya.

Dengan disepakatinya skema ROW enam lajur dua arah, pembangunan Flyover Gedangan diharapkan dapat dirancang tidak hanya untuk menangani persoalan lalu lintas saat ini, tetapi juga menghadapi pertumbuhan mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.

Selain meningkatkan kapasitas ruas jalan dan mendukung kelancaran konektivitas Sidoarjo–Surabaya, pembangunan flyover juga diarahkan agar tetap terintegrasi dengan pengembangan transportasi perkeretaapian, termasuk rencana SRRL dan aktivitas di sekitar Stasiun Gedangan.

Keselarasan antara infrastruktur jalan dan kereta api tersebut menjadi salah satu faktor penting agar Flyover Gedangan dapat berfungsi optimal sebagai bagian dari sistem transportasi kawasan Sidoarjo dan sekitarnya. (VEI)